< >

'TUANKU IMAM BONJOL', Termahal Dalam Sejarah Perfilman Nasional

Senin, 22 Oktober 2007 18:20
Kapanlagi.com - Produksi film kolosal layar lebar TUANKU IMAM BONJOL boleh jadi menyedot biaya hampir Rp20 miliar dan bisa menjadi film termahal dalam sejarah perfilman nasional, tetapi produser Reza Zulkifli mengaku optimis.

"Saya optimis, meskipun ini bisa menjadi proyek rugi," kata Reza saat berbincang dengan sejumlah wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Reza mengaku pembuatan film kepahlawanan Imam Bonjol di era Perang Padri (1800-an) itu didukung banyak pihak, termasuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Departemen Pendidikan Nasional, yang bahkan berjanji menjadikan film itu wajib tonton bagi pelajar sekolah.

Bicara idealisme, Reza mengatakan bahwa wajah perfilman nasional dewasa ini hanya diisi kisah cinta dan horor, padahal kemampuan sineas-sineas yang ada jauh di atas itu.

Produser yang akrab dengan sinetron-sinetron laga ini pun berharap TUANKU IMAM BONJOL dapat memotivasi rekan-rekannya, bahkan yang lebih senior dan handal, untuk melakukan gebrakan besar.

Untuk filmnya itu, dijadwalkan mulai syuting awal November 2007 dengan lokasi terbanyak di Padang dan Payahkumbuh, Sumatera Barat, ia tidak kurang melibatkan 500 artis dan figuran, termasuk tentara sungguhan.

"Kalau tentara bohongan nanti nggak kuat saat adegan perang," katanya.

Reza juga mengakui pihaknya saat ini masih terkendala tiga masalah, belum mendapatkan penata musik yang mampu menghadirkan musik heroik, panorama dan seni budaya dan tarian tradisional, pemeran istri Imam Bonjol, dan kekurangan dana Rp5 miliar.

"Tapi saya optimis semua bisa ditangani sambil jalan," katanya.

Dengan rencana lama waktu syuting 1-2 bulan, TUANKU IMAM BONJOL menampilkan bintang-bintang muda maupun senior yang terkenal, di antaranya Rizal Djibran, Kiki Amalia, Marcelino, Him Damsyik, Ray Sahetapy, juga penyanyi dangdut Tessa Mariska, dan pelawak Ginanjar.

Khusus Tessa Mariska, sang produser mengatakan dirinya bakal mengubah citra atau image penyanyi seksi dengan goyangan yang heboh itu menjadi seorang perempuan desa yang soleha bernama Maimunah.

Bikin Kapal VOC

Selain pengerahan 500 pemain, produksi TUANKU IMAM BONJOL juga menuntut pembuatan Kapal VOC. "Sekarang lagi kita bikin. Ukurannya kira-kira setengah kapal feri," kata Reza.

Kisah film dimulai dengan pengadeganan Imam Bonjol kecil, sekitar lima menit, semasa remaja (10 menit), kemudian berguru pada Tuanku Rao (Ray Sahetapy) hingga menjadi panglima perang kaum Padri.

Menurut Reza, rencana pembuatan film juga sudah didiskusikan dalam satu sarasehan yang menghadirkan sejumlah orang ternama, antara lain penyair Taufik Ismail dan Agum Gumelar selaku penasehat produksi.

Dari pertemuan itu, ia mengaku mendapatkan banyak masukan dan pengungkapan hal-hal berkaitan dengan Imam Bonjol, yang sebelumnya tidak ia ketahui. "Pokoknya banyak, bahkan soal petisi yang meminta agar status pahlawan nasionalnya dicabut lantaran dianggap pemimpin Islam garis keras yang membunuh Sisingamangaraja X," katanya.

Meski demikian, ia berpegang pada pengakuan pemerintah dan juga kelompok sejarahwan internasional yang mengakui kepahlawanan Imam Bonjol.

Menjawab wartawan, Reza mengakui keinginan membuat film tersebut bukan semata karena dirinya putra Minang, tetapi juga karena Imam Bonjol sudah menjadi salah seorang pahlawan nasional, terbukti antara lain dengan pemakaian gambarnya pada mata uang Rp5.000.

"Habis ini saya juga akan membuat film Panglima Sudirman dan Pangeran Diponegoro," katanya. (*/boo)

Lihat Profil: Rizal Djibran, Kiki Amalia, Marcelino, Him Damsyik, Ray Sahetapy, Tessa Mariska


KOMENTAR PEMBACA

reginald (25-02-2008 16:34:57)
Hidup Reza.. akhirnya ada juga sineas yg mau explore sejarah. Mudah2an format film-nya gak yg ciat-ciat yah. Buat pemain2nya.. jangan takut jelek, soalnya gak ada yg cakep kalo lagi perang. Buat Reza, please buat se-realistic mungkin. Ini langkah besar supaya kita makin cinta negeri ini. Kalo kita baca sejarah, ternyata banyak momen2 sejarah yg seru dan layak diangkat ke film. Sumpeh, kalo gw punya duit, gw pengen bikin film dg background perang kemerdekaan seperti Perang di Palembang waktu WW2, Bandung Lautan Api atau Misteri Terbunuhnya Jenderal Mallaby. Sekali lagi.. salut buat Reza.
abe (07-02-2008 14:46:45)
saya sangat senang karena masih ada org yg memperhatikan sejarah negri asalnya.saya tunnggu tanggal main filmnya.
didah (15-12-2007 19:10:45)
tolong tampilkan dan bisa gak mendapatkan kontak produser Film Imam Bonjol Reza Zulkifli?
please
gua ngefan dan salut

femilius (26-10-2007 20:09:57)
Dengan melihat cita - cita krew film ini sangatlah muluk sekali...kalau buat film, saran saya jangan tanggung2x tiru lah style film Hollywood sperti : The patriot, Brave heart ( Mel Gibson ) . Saving private Ryan ( tom Hanks ).Kalau masih ada iru style indonesia ( Babakan tanah leluhur ) saya yakin film yang anda buat hanya disukai oleh kaum pinggiran.Harapan saya sebagai pecinta film, bukan citra yang direbut kalau bisa masuk ke pasaran dunia dan meraih OSCAR. mampu ga.....

Arsip Foto Rizal Djibran
010.jpg
009.jpg
008.jpg
007.jpg