Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian, Ahmad Dimyati di Jakarta, Selasa menyatakan, Indonesia belum memiliki teknologi penyimpanan yang modern pada kapal laut yang mampu mengangkut komoditas ekspor dalam jumlah yang besar.
"Untuk menjaga mutu hasil ekspor tetap baik sampai di negara tujuan maka ekspor masih lewat pesawat udara. Namun volumenya kecil," katanya.
Menurut dia, Australia dan India sudah memanfaatkan kapal laut dengan teknologi penyimpanan yang modern sehingga volumenya besar.
Ahmad Dimyati mengatakan, sebenarnya Indonesia telah memiliki teknologi penanganan pasca panen yang bisa dimanfaatkan untuk menyimpan komoditas buah dan sayur dalam waktu lama sehingga bisa diangkut dengan kapal laut.
"Oleh karena itu kami akan mengupayakan agar ke depan ekspor komoditas hortikultura bisa menggunakan kapal laut agar volumenya besar," katanya.
Sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti mangga, manggis dan nenas memiliki prospek yang bagus untuk ditingkatkan karena permintaanya tinggi.
Namun, tambahnya, ekspor buah Indonesia saat ini masih sangat kecil yakni kurang dari lima persen dari angka produksi karena keterbatasan alat pengangkutan dan teknologi penyimpanan untuk menjaga mutu.
Berdasarkan data Deptan, ekspor buah-buahan Indonesia pada 2006 mencapai 16.419,2 ton kg dengan nilai 10,40 juta dolar AS meliputi tujuh komoditas yakni jeruk, mangga, pisang, nenas, melon, pepaya dan manggis.
Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan impor yang mencapai 376.324,3 ton senilai 267,71 juta dolar AS pada tahun yang sama.
Sementara produksi buah-buah Indonesia pada 2006 sebanyak 16,17 juta ton naik dari tahun sebelumnya yang hanya 14,78 juta ton terdiri 23 komoditas seperti mangga, manggis, nenas, alpukat, rambutan, semangka, durian, duku dan belimbing .
Belum terdata
Pada kesempatan itu Dirjen juga menyatakan, hingga saat ini dari 323 komoditas hortikultura di Indonesia baru 71 yang terdata di Departemen Pertanian sedangkan 252 lainnya belum terdata.
"Dulu statistik hortikultura digabung dengan pendataan komoditas tanaman pangan sehingga hanya komoditas tertentu yang masuk pendataan," katanya.
Ahmad Dimyati mengatakan, pada 2008 pendataan terhadap komoditas hortikutura akan ditingkatkan sehingga menjadi 90 komoditas.
Pada tahun 2009, tambahnya, diharapkan jumlah komoditas hortikultura yang didata sudah mencapai 50 persen dari yang ada saat ini. (kpl/rit)