< >

Sektor Kelautan dan Perikanan Rugi Rp43,2 Miliar

Selasa, 23 Oktober 2007 23:52
Kapanlagi.com - Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) mengungkapkan bencana gempa bumi di Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu, 12 September 2007 mengakibatkan kerugian pada sektor kelautan dan perikanan senilai Rp43,2 miliar.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (Pusdatin) DKP, Saut P Hutagalung di Jakarta, Selasa mengatakan, dari data terakhir yang dihimpun DKP, beberapa kerusakan yang dialami Propinsi Bengkulu antara lain 395 rumah nelayan dalam kondisi rusak berat, 113 rumah nelayan rusak ringan.

Selain itu 326 unit kapal nelayan rusak berat, lima Tempat Pelelangan Ikan (TPI) rusak berat, lima buah hatchery atau tempat pembibitan ikan rusak berat, dan Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) propinsi sebagian besar dalam kondisi rusak berat.

"Akibat kerusakan tersebut, total kerugian yang dialami Propinsi Bengkulu mencapai Rp31,8 milyar," katanya.

Sedangkan kerusakan sektor kelautan dan perikanan yang dialami Propinsi Sumatera Barat berdasarkan data terakhir yang dihimpun Departemen Kelautan dan Perikanan, tambahnya, antara lain 146 rumah nelayan rusak berat, 70 unit kapal nelayan rusak berat, dua Tempat Pelelangan Ikan (TPI) rusak berat.

Satu unit hatchery rusak berat, satu unit Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) rusak berat yang kesemuanya mengakibatkan kerugian sebesar Rp11,4 milyar.

Saut mengatakan, beberapa strategi telah dilakukan untuk mengatasi terjadinya gempa bumi dan bencana pesisir lainnya yang sebagian besar berdampak kepada nelayan diantaranya memasukkan resiko bencana alam laut/pesisir dalam kebijakan, perencanaan dan program-program pembangunan kelautan dan perikanan.

DKP, lanjutnya, bekerjasama dengan Pemda mensosialisasikan pembangunan kawasan pesisir berbasis mitigasi bencana, meliputi tata ruang pesisir, zonasi untuk berbagai keperluan di pesisir, termasuk perumahan dan konstruksi rumah ramah bencana (building code).

Dikatakannya, pada 2007, DKP mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 milyar untuk pembangunan rumah ramah bencana di Kabupaten Pamekasan sebanyak 28 unit, Lombok Tengah (25 unit), Tulungagung (32 unit), Pesisir Selatan (28 unit), Pariaman (27 unit) dan Demak (27 unit). (*/rsd)