Advertisement
 
Rabu, 24 Oktober 2007 11:21
Film SUSTER N, Film Dendamnya Suster Ngesot
Kapanlagi.com - Suster Ngesot datang lagi. Kali ini sutradara perempuan Viva Westi membumbuinya dengan dendam dalam film bertajuk SUSTER N: DENDAM SUSTER NGESOT, yang serentak beredar di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 25 Oktober 2007.

Film ini dibintangi paduan artis muda berbakat seperti Wulan Guritno, Atiqah Hasiholan, Ardina Rasti, dan Bob Seven dengan artis senior yang sudah tak diragukan lagi kualitas aktingnya yaitu Ade Irawan, Ratna Riantiarno, Jajang C Noer, Titi Kadarsih, Mila Karmila, Him Damsjik, dan Hengky Solaiman.

Dalam film ini muncul juga artis Dominique Sanda yang telah lama beristirahat dari dunia akting, serta memperkenalkan bintang cantik Letizia yang berperan sebagai hantu N. Film layar lebar ini adalah produksi ke-68 PT Virgo Putra Film yang sebelumnya menghasilkan CINTA DIBALIK NODA (1984) hingga REALITA, CINTA DAN ROCK N ROLL (2005).

SUSTER N adalah sebuah film horor yang mengambil salah satu dari sekian versi kisah mengenai hantu suster ngesot yang beredar di masyarakat.

Pemilihan judul yang ditetapkan sejak bulan Januari 2007 dengan memakai huruf N tersebut disengaja untuk memberikan pertimbangan artistik dan efek misterius yang menggoda rasa ingin tahu pemirsa.

Huruf N ini kemudian menjadi kunci karena merupakan inisial nama Suster Norah, seorang perawat dari jaman pendudukan Belanda di sebuah vila pinggiran kota Bandung, awal mula kisah film ini.

Mitos hantu suster ngesot yang berlokasi di Jawa Barat mengisahkan tentang Suster Norah, cucu seorang nyai (wanita pribumi yang menikah dengan pria Belanda) yang cantik dan bekerja sebagai perawat di sebuah panti jompo yang diperuntukkan bagi keturunan Belanda di Jawa Barat.

Asal usul Norah yang setengah Belanda dan nenek Norah yang ditengarai mempunyai ilmu gaib dan barang-barang pusaka yang salah satunya berupa gelang keramat yang dipercaya dapat membuatnya berada dalam dua alam yang berbeda. Atas alasan tersebut pertunangan Norah putus dengan pria Belanda.

Kemarahan dan ketidakberdayaan mengubah Norah menjadi sosok yang dingin dan kejam. Satu per satu ia membunuhi penghuni panti dengan berbagai cara. Norah juga merayu tunangan pemilik panti.

Kedok Norah akhirnya terbongkar dan dihentikan dengan jalan memukul kaki Norah dengan tongkat hingga remuk dan tak berdaya. Kisah tersebut kemudian diramu oleh tim penulis "Syamarhan" pimpinan Viva Westi menjadi latar belakang pembuatan skenario.

Keistimewaan film ini adalah pada pendekatan yang tidak sepenuhnya mengikuti pakem komersil film horor pada umumnya yang sering dituding vulgar lantaran kurang optimal memberikan ruang pada dukungan artistik.

"Saya ingin membuat film horor yang dingin. Itu sebabnya saya minta pada Regina dan Vida, director of photography dan art director untuk berkolaborasi bersama saya menciptakan gambar yang natural. Saya sangat tidak ingin gambar dengan cahaya yang kontras seperti kebanyakan film horror yang ada selama ini, di mana terasa sekali perubahan terang gelapnya. Dalam film SUSTER N kesan dingin itu didapat melalui gambar-gambar yang datar, rata, dan dingin tapi indah," ungkap Viva Westi dalam press screening di Djakarta Teater, Selasa (23/10).

Editor film senior Andhy Pulung juga menggarisbawahi kuatnya unsur misteri dalam film ini dibanding unsur suspense-nya dan menjauhi sedapat mungkin efek mengagetkan penonton dengan jalan membangun suasana seram dan ngeri secara bertingkat-tingkat.

Singkatnya film ini tidak mengaget-kageti penonton karena ending film ini sendiri memiliki twist cerita yang mengagetkan. Jadi untuk membuktikannya film ini layak untuk ditonton. (kpl/wwn)


Lihat Foto Galeri Wulan Guritno:

Lihat Arsip Foto Wulan Guritno:



 

©2003-2007 KapanLagi.com