< >

Udang Aceh Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Rabu, 24 Oktober 2007 18:12
Kapanlagi.com - Budidaya udang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berpeluang menembus pasar ekspor, kata Kepala Dinas kelautan dan perikanan NAD, Razali AR.

"Potensi budidaya udang cukup besar di Aceh dan berpeluang besar menembus pasar ekspor," katanya di Sabang, Rabu.

Dia mengatakan, Aceh memiliki sekitar 36.000 hektar tambak udang, namun selama ini tambak udang yang sebagian besar diusahakan masyarakat itu diserang penyakit sehingga hasilnya tidak maksimal.

"Dibutuhkan transformasi teknologi untuk membersihkan tambak dari penyakit sehingga masyarakat dapat mengusahakan tambaknya dengan maksimal," katanya.

Selain berpotensi mengekspor udang, hasil laut lainnya juga berpeluang besar menembus pasar ekspor, untuk itu pemerintah Aceh membangun pelabuhan perikanan samudera yang membutuhkan dana sebesar Rp350 miliar.

"Dari hasil detil enginering desain untuk membangun bangunan utama pelabuhan saja dibutuhkan dana sebesar Rp350 miliar," katanya.

Dia mengatakan, pembangunan pelabuhan perikanan samudera itu diperlukan guna meningkatkan produksi sumber daya laut Aceh sehingga dapat menembus pasar ekspor.

Pembangunan tahap pertama akan dimulai akhir 2007 dengan pendanaan dari badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias dan ditargetkan selesai dalam tiga tahun.

Pelabuhan tersebut dibangun di lahan seluas 50 hektar di kawasan Lampulo Kota Banda Aceh, saat ini telah mencapai tahap pembayaran ganti rugi.

Pelabuhan juga rencananya akan di dilengkapi dengan pabrik es dan pengolahan ikan sehingga ikan segar yang hasil tangkapan nelayan diolah sendiri dan dapat bertahan untuk pasaran ekspor.

Aceh memiliki potensi laut dan perairan tawar yang besar namun sebagian besar masih dikelola masyarakat secara tradisional sehingga produksinya masih terbatas hanya untuk pemenuhan kebutuhan daerah setempat saja.

Salah satu daerah yang memiliki potensi laut yang besar yaitu Kabupaten Aceh Singkil, dengan letak geografis yang berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah Selatan membuat perairan di Aceh Singkil menjadi sarang ikan, udang, rumput laut, dan terumbu karang. (*/rsd)