"Alokasi pupuk urea bersubsidi Propinsi Sulut tahun 2007 berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 66 sebesar 23 ribu ton, namun yang terealisasi baru sebanyak 15.590,70 ton (67,79 persen)," kata Kepala Gudang dan Distribusi PT.Pupuk Kaltim Wilayah Sulut dan Gorontalo, Aloysius Windu, Rabu di Manado.
Dari jumlah tersebut, terbanyak di Kabupaten Bolaang Mongondow 7.272,20 ton, Minahasa 5.285 ton, Minahasa Selatan 1.474 ton, Kota Tomohon 1.008 ton, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) 506,50 ton dan Kabupaten Sangihe 45 ton.
"Sementara Kota Manado, Bitung serta Kabupaten Talaud, belum tercatat realisasinya sampai memasuki triwulan keempat tahun 2007," kata Aloysius.
Akibat serapan yang rendah, maka pemerintah mengurangi alokasi urea bersubsidi untuk Sulut menjadi 19.855 ton atau turun 13,67 persen dibandingkan rencana semula 23 ribu ton.
"Kendati diturunkan tetapi PT.Pupuk Kaltim menjamin distribusi urea bersubsidi kepada petani di Sulut tidak akan terganggu," kata Aloysius.
PT Pupuk Kaltim menjamin stok tersedia dalam jumlah cukup sesuai kebutuhan, dan hingga tanggal 23 Oktober 2007 stok yang ada di gudang Linie II Bitung dan Linie III Sangkub, Kotamobagu dan Langowan sebanyak 1.923,86 ton.
Sedangkan di Linie II Telaga dan Linie III Marisa Propinsi Gorontalo sebanyak 3.124,20 ton.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulut, Lexi Solang, mengharapkan penurunan alokasi tidak mengganggu distribusi pupuk kepada petani.
"Alokasi ditetapkan berdasarkan angka ramalan, makanya kalaupun tidak tercapai merupakan hal biasa, tetapi optimis bila program revitalisasi berjalan mulus serapan pupuk akan jauh lebih besar," kata Lexi. (*/rsd)