Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta, Rabu malam mengatakan, keseluruhan beras yang akan digunakan untuk operasi stabilisasi harga beras (OSHB)tersebut baru akan tiba di tanah air pada 9 November 2007.
"Kita tetap yakin jumlah beras impor premium dari Thailand ke Indonesia akan tetap masuk seluruhnya," katanya usai pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI).
Mustafa mengakui, keterlambatan kedatangan beras premium impor dari Thailand tersebut tidak dapat dielakkan karena seluruhnya diakibatkan faktor alam berupa musim hujan yang tidak bisa diatur.
Kondisi tersebut, tambahnya, menyebabkan Bulog merevisi target tenggat waktu kedatangan beras impor dari sebelumnya akhir Oktober 2007 menjadi 9 November 2007.
Meskipun menghadapi musim hujan, Dirut Bulog yakin, kualitas beras premium impor dari Thailand akan tetap bagus dan sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan yaitu kadar patah (broken) sebesar lima%.
"Mereka akan tetap konsisten dengan kualitas beras yang dikirim," katanya menegaskan.
Menurut dia, sampai saat ini jumlah beras premium impor yang sudah masuk ke tanah air mencapai 7.100 ton dan kedatangan terakhir tiba di Pelabuhan Belawan Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 4.500 ton pada Rabu (24/10) sore.
Sebelumnya Bulog telah menerima kedatangan beras sebanyak 2.600 ton pada Kamis (18/10) lalu melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.
Seluruh beras premium impor tersebut saat ini sudah masuk ke gudang Bulog dan belum ada yang digelontorkan ke pasar, Sebab hasil pemantauan menunjukkan harga-harga beras jenis premium baik di Pasar Induk Cipinang Jakarta maupun Sumut umumnya masih relatif stabil.
Walau demikian, Perum Bulog memastikan akan terus berjaga-jaga jika harga beras-beras mulai menunjukkan kecenderungan meningkat.
Mustafa mengharapkan harga pada beberapa bulan mendatang tetap stabil sehingga beras impor tersebut dapat menjadi cadangan beras nasional dan tidak perlu dikeluarkan sampai musim paceklik yang berlangsung November 2006-Januari 2007.
"Kami bersiap-siap, siapa tahu gejolak harga beras premium akan terjadi dalam beberapa waktu mendatang, dan kita sudah mempunyai pelurunya,? katanya.
Pada OSHB beberapa waktu lalu, Perum Bulog telah menggelontorkan beras kualitas medium sebanyak 120,5 ton di enam provinsi diantaranya Medan sebanyak tiga ton, Sulawesi Utara sebanyak 40 ton, serta daerah-daerah lain dalam jumlah relatif kecil.
Data yang dikeluarkan Perum Bulog hingga Rabu (24/10) menunjukkan, jumlah impor beras yang masuk mencapai 981,4 ribu ton dari target sebanyak 1,5 juta ton, sedangkan status beras impor yang belum kontrak mencapai 105 ribu ton.
?Kita berharap sampai akhir tahun 2007, seluruh beras impor itu sudah masuk seluruhnya,? kata Mustafa.
Sementara itu, pengadaan beras dalam negeri yang berhasil dilakukan Bulog kini sudah mencapai 1,71 juta ton dari kontrak seluruhnya sebanyak 1,721 juta ton.
Diperkirakan pengadaan lokal itu akan terus bertambah walaupun jumlahnya peningkatannya tidak terlalu signifikan sementara cadangan beras pemerintah saat ini sudah mencapai 1,645 juta ton sedangkan beras untuk rakyat miskin yang sudah tersalurkan mencapai 1,47 juta ton atau 85% dari target.
Daerah-daerah produsen beras yang diperkirakan masih dapat menyumbang hasil panennya di antaranya Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan dengan jumlah hasil panen cukup besar.
Bahkan, tambahnya, gudang Bulog Divre Sumut sampai kini masih melakukan pengadaan beras lokal yang berasal dari hasil panen petani di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). (kpl/rit)