"Perkembangan investasi di Sumatera Utara cukup pesat, kalau dulu hanya di sektor pertanian sekarang merambah ke sektor energi," kata Wapres, saat membuka Sumut Expo 2007, di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan perkembangan dunia usaha di Sumut akan lebih besar. Namun demikian, dia menegaskan, seyogyanya pembangunan yang dilakukan terutama dalam sektor perkebunan dibarengi dengan menjaga lingkungan.
"Jangan karena memperluas perkebunan lalu jadi banjir," ujar dia.
Jusuf Kalla mengatakan, krisis listrik di Sumut dapat diartikan meningkatnya kebutuhan yang tidak dibarengi dengan pembangunan infrastruktur sebagai sumber energi listrik.
Dalam kesempatan yang sama, Jusuf Kalla juga mengatakan, agar provinsi Sumut dapat mengembangkan dunia usaha yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat setempat.
Selain itu, dia mengharapkan, pembangunan yang akan dilakukan berhasil guna bagi masyarakat, sehingga nasibnya tidak seperti Proyek Asahan, yang selama 30 tahun tidak menghasilkan apapun.
Sementara itu, menurut Gubernur Sumatera Utara, Rudolf M Pardede, pertumbuhan ekonomi provinsi saat ini sangat baik, bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara saat ini mencapai 9,03%, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sekitar enam persen," ujar dia.
Dia mengakui, meningkatnya pembangunan industri dan meningkatnya kesejahteraan rumah tangga membuat kebutuhan akan listrik meningkat.
"Kalau dulu ada masyarakat yang tidak perlu penyejuk ruangan, sekarang karena sudah mampu mereka membeli AC. Banyaknya pembukaan industri perkebunan dan pertanian juga membuat kebutuhan listrik meningkat," ujar dia. (*/rsd)