< >

PBB Puji Program Kebersihan Beijing Tetapi Polusi Udara Tetap Mengkhawatirkan

Jum'at, 26 Oktober 2007 05:15
Kapanlagi.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengacungi jempol terhadap usaha Beijing untuk meningkatkan kualitas lingkungan menjelang Olimpiade tahun depan tetapi mengatakan kualitas udara yang buruk tetap menjadi kekhawatiran para atlet.

Laporan dari Program Lingkungan PBB (UNEP) yang dikeluarkan 10 bulan sebelum Olimpiade yang berlangsung 8-24 Agustus 2008, memuji program kebersihan yang dilakukan Beijing sejak mendapat hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade pada 2001.

Program kebersihan tersebut menghabiskan dana US$12 miliar.

Beijing, yang bertekad menyelenggarakan Olimpiade "hijau" dengan mencoba menyelesaikan 20 target yang berhubungan dengan peningkatan kualitas lingkungan, berhasil mewujudkan sebagian besar dari target itu, kata direktur program olahraga dan lingkungan UNEP, Eric Falt.

Tetapi Falt mengatakan Beijing tidak akan bisa menyelesaikan masalah lingkungan terbesar --buruknya kualitas udara-- menjelang dilangsungkannya Olimpiade.

"Peningkatan kualitas udara tidak bisa dicapai dalam periode singkat," katanya dalam sebuah konferensi pers.

"Jadi kualitas udara tetap merupakan kekhawatiran bagi para atlet yang berkompetisi dan para pengamat, serta bagi penduduk Beijing sendiri," paparnya.

Asap industri yang sehari-hari menyelimuti Beijing telah menjadi kekhawatiran utama dan presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge pada Agustus lalu menyatakan ada event yang kemungkinan ditunda jika kesehatan atlet menjadi taruhannya.

Laporan UNEP menyatakan Beijing telah mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas udara dengan memindahkan industri yang menyebabkannya ke luar kota, mengganti industri yang menggunakan energi batu bara dengan bahan bakar yang lebih bersih seperti gas, serta meningkatkan standar emisi gas buang kendaraan.

Tetapi tingkat "particulate matter" (PM 10) --partikel kecil di udara yang bisa memperburuk asma, mempengaruhi fungsi paru-paru dan menyebabkan bronchitis-- semakin memburuk, khususnya karena semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor di jalan-jalan Beijing.

Saat ini ada lebih dari tiga juta kendaraan di Beijing, dan jumlah itu bertambah drastis, mencapai 1.200 kendaraan per hari.

"Tingkat PM 10 masih berada di atas panduan standar kualitas udara Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih tinggi 200 persen atau lebih," ungkap Falt.

Namun para pejabat China tetap bersikeras menjamin kualitas udara akan baik sepanjang penyelenggaraan Olimpiade nanti.

Beijing melarang lebih dari satu juta kendaraan untuk beroperasi selama empat hari pada Agustus lalu untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi kemacetan lalu lintas.

Percobaan itu dikatakan sukses dan rencana yang sama akan diterapkan sepanjang Olimpiade, ujar pejabat China.

"Untuk masa Olimpiade yang pendek, kualitas udara akan baik-baik saja. Tantangan kami adalah mengurangi polusi dalam jangka waktu panjang," kata Sarah Liao, mantan menteri lingkungan hidup Hongkong yang kini menjadi penasehat panitia pelaksana Olimpiade Beijing.

Laporan tersebut diungkap menjelang pembukaan konferensi olahraga dan lingkungan dunia yang akan berlangsung di Beijing, Kamis, dan dihadiri juga oleh Rogge.

Bekerjasama dengan UNEP, IOC telah menghubungkan Olimpiade dengan peningkatan lingkungan hidup sejak 1994 sebagai bagian dari upaya membuat event olahraga tersebut berdampak positif bagi lingkungan.

Pada April lalu UNEP memasukkan IOC dan Rogge, bersama peraih Nobel Al Gore, kedalam daftar Champions of the Earth untuk usaha mereka meningkatkan kualitas lingkungan hidup. (*/lpk)