< >

Kanada Tahan Pegiat Perdamaian AS

Jum'at, 26 Oktober 2007 09:49
Kapanlagi.com - Seorang mantan diplomat dan pensiunan kolonel Angkatan Darat AS mengatakan ia ditahan di bandar udara Ottawa, Kamis, sewaktu dalam perjalanan ke pembicaraan anti-perang dan taklimat bersama anggota parlemen yang mengecam penahanan secara keliru.

Pensiunan Kolonel Angkatan Darat AS Ann Wright dijadwalkan berbicara kepada media pukul 13:00 waktu setempat (00:00 WIB) bersama lima anggota parlemen dari oposisi, di luar gedung parlemen.

Belakangan, ia direncanakan bergabung dengan istri Maher Arar, warga negara Kanada yang secara keliru ditahan sebagai tersangka pelaku teror dan disiksa, dan pemimpin Kelompok Pemantau Kebebasan Sipil Internasional untuk menghadiri satu pembahasan panel mengenai pelanggaran kebebasan berkaitan dengan keamanan pasca-serangan 11/9.

"Saya telah ditahan dan saya telah dilarang mengunjungi Kanada selama satu tahun," kata Wright. "Sekarang, mereka akan mengirim saya kembali ke Amerika Serikat dengan penerbangan pukul 17:00" akibat setengah lusin tuduhan pelanggaran hukum ringan yang berpangkal dari berbagai protes anti-perang di Washington.

"Ironis bahwa saya menghadapi situasi ini," kata wanita mantan diplomat itu. Ia menyatakan ia berada di sana untuk menyoroti penggunaan "daftar pengawasan dan bagaimana perasaan orang yang berada dalam daftar ini dan ditahan".

Wright, yang dilarang memasuki Kanada awal bulan ini, menghadapi proses pengadilan AS pada Desember karena mengganggu penjelasan komandan AS di Irak Jenderal David Petraeus kepada Kongres pada September. Selama proses itu, wanita mantan personil militer AS tersebut menuntut diakhirinya pendudukan atas Irak.

Ia juga didenda karena terlibat dalam protes anti-perang di luar Gedung Putih dan di pintu masuk Kongres AS di Washington.

"Tampaknya, ia adalah ancaman terhadap keamanan nasional dan berada dalam daftar pengawasan AS," demikian pernyataan seorang anggota parlemen Kanada dari kubu New Democrat, Alexa McDonough --yang mengundang Wright. "Bodoh karena tak ada alasan untuk menahan dia."

McDonough sendiri menyesalkan bahwa tamunya menjalani interogasi selama tiga jam oleh para pejabat bea-cukai, dan mengatakan, "Apa yang terjadi hari ini menggaris-bawahi betapa mengkhawatirkan bentuk sembrono keputusan yang kita hadapi dan diambil berdasarkan daftar pengawasan FBI."

Menteri Keselamatan Masyarakat Stockwell Day mengatakan kepada wartawan setiap orang yang memasuki Kanada harus menjalani pemeriksaan keamanan, dan menghadapi resiko dilarang memasuki negeri itu jika mereka memiliki catatan pidana.

"Petugas perbatasan tak membeda-bedakan antara apa kondisi yang meringankan dari yang muncul dari penghukuman tertentu," katanya.

Wright mengatakan ia tak bisa dimasukkan daftar hitam karena kejahatan kecil akibat pembangkangan sipil, tapi belum dapat meyakinkan FBI agar mencabut namanya dari daftarnya.

"Saya tak percaya bahwa karena saya melakukan pelanggaran kecil di AS, Kanada telah melarang saya, bahkan setelah saya diundang ke sini oleh lima anggota Parlemen," katanya.

"Saya harap, saya takkan dikirim ke Suriah (seperti Maher Arar)," katanya.

Maher Arar, insinyur perangkat-lunak kelahiran Suriah, ditahan oleh pemerintah AS di New York pada 2002, sewaktu singgah dari Tunisia menuju tempat tinggalnya di Kanada, dan kemudian dideportasi ke Suriah --tempat ia dipenjarakan dan disiksa selama hampir satu tahun.

Satu laporan kehakiman Kanada pada September 2006 membersihkan Arar dari hubungan teror dan mengecam polisi federal karena secara keliru mencap dia sebagai "orang ekstrim ...".

Kasus cacat tersebut akhirnya membuat polisi senior Kanada kehilangan jabatannya. (*/cax)