< >

Lyon Dengan 10 Pemain Kalahkan PSG

Senin, 29 Oktober 2007 11:36
Kapanlagi.com - Juara bertahan yang akhirnya bermain dengan 10 orang, Lyon, mengalahkan Paris Saint Germain 3-2 pada lanjutan kompetisi Liga Prancis Minggu, sehingga dipertanyakan nasib pelatih PSG Paul Le Guen sedangkan Marseille juga mengalami nasib mengenaskan pada laga akhir minggu ini.

Kemenangan itu membuat Lyon terpaut empat poin di puncak klasemen sedangkan kekalahan keempat yang diderita PSG membuat tim itu bernaung di tangga ke-15.

Pada pertandingan Sabtu, Marseille mengalami nasib memprihatinkan. Mereka kalah memalukan 1-2 di Sochaux dan dua gol lawan berasal dari bunuh diri mereka sementara satu peluang penalti gagal diselesaikan, sehingga tim itu berada di urutan ketiga dari bawah pada klasemen sementara.

Kekalahan PSG membuat nasib Le Guen menjadi pertanyaan dan krisis yang terjadi pada tim itu pada dekade ini kelihatannya merupakan pola kontroversial yang belum berubah hingga kini.

Hatem Ben Arfa mencetak dua kali untuk Lyon dan kendati Pauleta juga mencetak dua kali untuk PSG pada babak kedua, tetapi itu tidak cukup bagi mereka untuk mendapatkan poin, walaupun juga Lyon akhirnya tampil dengan 10 orang ketika babak kedua berlangsung enam menit, karena Anderson dikeluarkan dari lapangan.

Le Guen mengatakan, "Kami melakukan hal terbaik yang dapat kami lakukan untuk memenangi pertandingan dengan standar tinggi ini. Tidak banyak tim yang memiliki peluang untuk bisa mendapat gol melawan Lyon."

Dalam pertandingan di kandang mereka, tambahnya, "Saya kira kami memiliki kemampuan untuk memenangi laga di kandang kami bila pemain bersikap seperti tadi. Pada awalnya amat mengkhawatirkan tetapi saya yakin kami dapat berbuat banyak di masa mendatang."

Kepudaran tim Marseille pun semakin nyata.

Mamadou Niang membuat klub Riviera itu memimpin ketika permainan baru berlangsung sembilan menit, namun gol bunuh diri yang dilakukan Ronald Zubar pada pertengahan permainan serta hal sama yang dilakukan Laurent Bonnart tujuh menit setelah turun minum, serta gagalnya peluang mencetak gol dari titik penalti yang dilancarkan Djibril Cisse, membuat tim itu tetap berada di zona berbahaya.

Penampilan klub itu dalam laga Liga Champions sebenarnya cukup bagus karena mereka memimpin kompetisi penyisihan Grup A dengan tujuh poin setelah menang atas Besiktas dan Liverpool sebelum imbang 1-1 lawan Porto, Rabu.

Namun Marseille yang berjuang berat di Prancis sejak awal musim kompetisi dan kelihatannya kehilangan supremasi mereka sebagai penantang atas juara enam kali yang juga juara bertahan Lyon.

Tidak mengubah

Penampilan tim itu kelihatannya tidak berubah di lapangan sejak pelatih Albert Emon didepak dan digantikan pelatih baru Eric Gerets dari Belgia.

Kebijakan Gerets untuk tidak menurunkan Cisse yang kurang prima, yang berada di bangku cadangan, serta tampilnya pemain muda sensasional Samir Nasri setelah beberapa bulan tidak merumput, tidak ada mengubah gaya permainan mereka.

"Sebenarnya tim itu jauh dari penampilan terburuk mereka sejak saya datang," kata Gerets, "Tipe kekalahan ini rasanya menyulitkan bagi pelatih mana pun. Apakah ini merupakan krisis? Tidak perlu mencari-cari alasan."

Marseille mungkin dalam waktu dekat akan mendapat teman baru di barisan bawah, setelah Monaco bermain 0-0 lawan tim yang baru dipromosikan, Caen, Sabtu, setelah kalah beruntun lima kali.

Pelatih Monaco, Ricardo, mengatakan, "Tim saya amat tegang dan grogi sehingga tidak mampu menembus pertahanan lawan. Kami butuh rasa kepercayaan diri dan harus bekerja keras, karena setelah lima kekalahan mereka jadi khawatir dengan kemampuan mereka."

Pada pertandingan lain, Bordeaux menang 2-1 di kandang sendiri atas Valenciennes, Strasbourg unggul 3-0 ketika bertanding ke Lille dan tiga pertandingan tanpa gol terjadi saat Metz melawan Nancy, Lorient lawan Nice serta ketika St Etienne bertemu dengan Auxerre. (*/cax)