"Bahkan, musik, seni dan budaya dapat dikembangkan bersama menjadi soft power dalam komunikasi persuasif mengatasi masalah di dunia ini, bukan lagi penyelesaian melalui hard power," kata Presiden Yudhoyono dalam sambutannya atas peluncuran album lagunya berjudul Rinduku Padamu, di Jakarta International Expo, Minggu (28/10) malam.
Presiden menjelaskan, dirinya sebagai Kepala Negara di banyak kesempatan sering mengatakan bahwa hidup seseorang, bahkan suatu bangsa, harus berimbang.
"Hidup harus seimbang antara logika dan etika dan ditambah estetika. Sebuah masyarakat yang hanya mengedepankan logika, salah atau benar, etika baik atau buruk, belum lengkap jika belum ada estetika yaitu keindahan," katanya.
Ia menjelaskan, kehidupan sehari-hari terus diwarnai politik tentu kurang teduh, karena bicara kalah menang. Demikian halnya kalau terus berbicara serba dagang atau dunia usaha pasti soal untung rugi, "Kalau bahasa Jawa-nya itu bisa kemrungsung (tidak tenang) juga," ujarnya.
"Tapi, kalau bicara seni, budaya Insya Allah semua akan senang karena akan membawa ketenangan, ketentraman, keteduhan juga keindahan," tambah Presiden.
Kepala Negara juga meyakini, jika semangat mengedepankan soft power itu dijalankan maka banyak masalah-masalah kemanusiaan kesejagatan yang dapat dipecahkan dengan baik. (*/boo)





