KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa MobilSalah seorang pembuat kompor minyak tanah di Desa Paju, Ponorogo, Sikat (40), Selasa, mengatakan semenjak terjadi kelangkaan minyak tanah, usaha pembuatan kompor miliknya dari hari ke hari mengalami kelesuan.
"Kini jarang ada yang membeli kompor, kebanyakan mereka lebih suka menggunakan kayu bakar dan sebagian lagi beralih ke kompor gas elpiji," kata ibu dua anak ini yang sudah lima tahun menggeluti usaha pembuatan kompor minyak tanah di Desa Paju, Kecamatan Ponorogo.
Menurut dia, kelangkaan minyak tanah disusul dengan naiknya harga minyak tanah beberapa waktu lalu sangat dirasakan oleh warga Ponorogo secara umum.
Jika sebelumnya, kata dia, setiap harinya selalu ada dua sampai lima orang yang membeli kompor, semenjak minyak tanah langka hampir tiap hari tidak ada pembeli sama sekali.
"Seminggu lalu paling banter ada dua sampai tiga orang saja yang membeli kompor," katanya.
Kondisi yang sama juga dialami pembuat kompor minyak tanah lainnya, Suwito (40). "Kompor buatan saya yang ada di rumah masih menumpuk belum laku terjual," katanya.
Padahal untuk membuat kompor tersebut, kata dia, tidaklah mudah karena untuk membuat satu kompor ukuran besar dengan 30 sumbu paling tidak dibutuhkan waktu dua hari, sedangkan untuk ukuran sedang sumbu 24 dan kecil sumbu 16 dibutuhkan waktu satu hari.
Untuk kompor besar sendiri biasanya dijual dengan harga Rp70.000, sedanghkan kompor ukuran sedang Rp50.000 dan kecil Rp30.000.
Selain kompor yang dibuat dari bahan dasar drum oli (pelumas mesin) atau tir (aspal), mereka juga membuat beberapa kerajinan lainnya seperti wajan, bak air, tempat panggang sate, corong bensin, gentung, tong air dan lainnya.
Untuk mendapatkan drum oli dan tir tersebut, biasanya pengrajin memesan terlebih dahulu ke toko atau orang-orang yang biasanya menyediakan drum di sekitar daerah Ponorogo.
Harga per drum oli dan tir saat ini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000, hal itu tergantung juga dari kondisi drum tersebut apakah sudah ada yang kropos (lobaong-lobang) atau tidak.
"Untuk satu drum biasanya dapat dibuat tiga kompor untuk ukuran kecil dan itupun belum termasuk tempat sumbuhnya," katanya. (kpl/rit)