Dokter yang pernah praktek di Puskesmas Senen ini menyatakan bahwa permasalahan seksual sebagai pemicu terjadinya perpisahan pasangan cukup besar. Namun karena soal seks masih tabu dan malu untuk dibicarakan maka banyak pasangan yang akhirnya memilih cerai.
"Wah, besar sekali. Sebab seks sebagai kebutuhan pokok sehingga perceraian pun sering terjadi karena hal itu. Tapi nggak mungkin ditulis di sana bahwa perceraian terjadi karena seks," terangnya.
Untuk itu, Lula meminta supaya pada pasangan yang mengalami masalah seks segera mengkonsultasikan dengan ahlinya. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan perceraian. Pasalnya persoalan seksual tidak hanya jadi problem kaum pria semata tapi juga kaum hawa. "Masalah seks sebenarnya bukan punya laki-laki. Sebuah penelitian di luar negeri menunjukkan 43% perempuan mengalami disfungsi seksual, sedangkan pada prianya 31%," katanya serius. (kpl/opa)










