< >

Hubungan Dagang RI-RRC Terus Membaik

Kamis, 01 November 2007 11:19
Kapanlagi.com - Hubungan perdagangan Republik Indonesia (RI) dengan Republik Rakyat Cina (RRC) tumbuh sangat pesat terlihat dengan terus meningkatnya total nilai perdagangan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Hubungan perdagangan kedua negara tumbuh sangat pesat terutama setelah ditandatanganinya kerjasama strategis kedua negara April 2005," kata Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Mohammad Oemar, Rabu.

Hal tersebut dikemukakan ketika berbicara dalam "Forum Investasi Papua" di depan ratusan pengusaha Cina yang juga dihadiri oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu.

Menurut Oemar, Kemitraan Strategis kedua negara ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Hu Jintao, April 2005, yang intinya meningkatkan berbagai bentuk kerjasama politik, ekonomi, sosial dan budaya kedua negara.

Total perdagangan kedua negara tahun 2007 diperkirakan akan mencapai lebih dari 20 miliar dolar AS dan nilai sebesar itu sebenarnya merupakan target yang dicanangkan oleh kedua pemimpin negara.

"Jadi total perdagangan kedua negara senilai 20 miliar dolar AS yang seharusnya dicapai tahun 2008, ternyata sudah bisa dicapai tahun ini," katanya.

Dalam kemitraan strategis juga ditargetkan total nilai perdagangan kedua negara tahun 2010 akan mencapai 30 miliar dolar AS.

"Saya optimis nilai tersebut akan tercapai dalam tahun 2010 yang tentunya dengan kerja keras dari dunia usaha dan pemerintah," katanya.

Menurutnya, adanya Kerjasama Strategis yang ditandatangani oleh kedua kepala negara pada April 2005, hendaknya bisa menunjukkan bahwa kedua negara telah sama-sama sepakat untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan sudah merupakan kesepakatan antara kedua negara.

Kedua negara masih mempunyai potensi dan peluang yang sangat besar untuk sama-sama saling meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi, sehingga apabila terjadi sengketa dagang hendaknya bisa diselesaikan dengan baik dan sehat.

Khusus mengenai Provinsi Papua, Oemar mengatakan bahwa masih banyak kekayaan alam yang terkandung di provinsi itu yang melimpah yang bisa membantu untuk meningkatkan pendapat pemerintah daerah setempat dan juga masyarakat yang ada di situ.

"Pengusaha Tiongkok bisa memanfaatkan dan kelola bahan baku yang ada untuk keuntungan bersama. Di samping bisa juga untuk diekspor," katanya. (kpl/rit)


BERITA TERKAIT