Hal itu dikemukakan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI, Lukman Purnomosidi di Jonggol, Bogor, Jawa Barat di sela-sela acara Peresmian 100.000 unit RSH oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis.
Ia mengatakan, apabila pada bulan Maret 2006 saat Presiden meresmikan 100.000 RSH di Kota Semarang, Presiden dalam pidatonya menyampaikan kalau sudah terbangun 100.000 unit akan diundang lagi.
Sejak selesainya peresmian di Semarang, sebanyak 605 pengembang anggota REI dari Aceh sampai Papua telah berhasil membangun lebih dari 101.000 unit rumah yang terdiri atas 661 proyek.
Pembangunan RSH masih dihadapkan pada berbagai permasalahan dan kendala antara lain kelangkaan listrik, keterbatasan infrastruktur, kelangkaan lahan, kenaikan harga bahan bangunan, keterbatasan daya beli, serta ekonomi biaya tinggi.
"Kalau dievaluasi dari tahun ke tahun kelihatan bahwa masih ada masalah klasik yang dari itu ke itu kelihatan tidak bergerak. Memperhatikan kenyataan tersebut semakin terasa bahwa keadaan ini membutuhkan telaah yang lebih mendasar," ujarnya.
Lukman mengharapkan, adanya suatu terobosan politik untuk keberhasilan pembangunan perumahan rakyat melalui peningkatan posisi atau peran sektor perumahan rakyat sebagai salah satu sektor yang sejajar dengan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan sektor lain.
Kalau sektor pendidikan sangat berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah mendapat dukungan anggaran 20 persen dari APBN tentunya dalam pelaksanaannya memiliki keterkaitan dengan sektor lain termasuk perumahan, paparnya.
Sektor perumahan hendaknya ditempatkan pada posisi yang semestinya seperti sektor vital lainnya. Anggaran yang dibutuhkan cukup satu persen dari APBN yang disediakan secara bertahap, tuturnya.
"Kalau ini bisa terealisasi maka kita akan menyaksikan ratusan ribu keluarga PNS, TNI/ Polri dan pekerja mendapatkan rumah yang layak dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Hadir pada acara peresmian Meneg Perumahan Rakyat M Yusuf Asy`ari, Kepala BPN Joyo Winoto, sejumlah anggota Komisi V DPR-RI, Dirut Bank BTN Kodradi, Dirut PTB Jamsostek Hotbonar Sinaga, YKPP, Dephan, Bapertarum PNS, Gubernur Jawa Barat.
Perumahan Citra Indah tempat berlangsungnya kegiatan merupakan perumahan yang dikembangkan PT Ciputra Indah, anak perusahaan Grup Ciputra yang berlokasi di Cileungsi - Jonggol pada areal seluas 600 hektar.
Perumahan Citra Indah bertema "Kota Nuansa Alam Timur Cibubur", mulai dipasarkan pada 1996 serta sampai saat ini sudah berkembang 18 cluster seluas 200 hektar dengan jumlah hunian sebanyak 8.000 rumah yang akan terbangun sampai akhir 2007 menjadi 9.200 rumah.
Tipe yang dikembangkan 21/60 sampai dengan 66/300 dengan harga yang ditawarkan berkisar Rp42 juta sampai dengan Rp300 juta. (kpl/rit)