Usaha Spa di Indonesia Capai 900 Ribu Unit
Kapanlagi.com - Pelayanan mandi lulur atau biasa disebut Spa saat ini terus berkembang pesat di Indonesia dan jumlahnya mencapai sekitar 900 ribu unit usaha, terutama di Jakarta dan Bali.Usaha Spa yang memanfaatkan ramuan tradisional itu juga mendapat tempat istimewa di pasar dunia, kata Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Bachrul Chairi di Kuta, Bali, Kamis. Kemajuan usaha Spa di Indonesia ditunjukkan dengan adanya beberapa gerai yang terpilih sebagai yang terbaik di dunia. "Beberapa gerai Spa kita bahkan memperoleh penghargaan tingkat Asia (Spa Asia Award)," katanya. Ia mengungkapkan hal itu ketika membuka "Eastern and Western Wellness Seminar" yang berlangsung sehari, bersamaan Pameran Internasional ke-2 Spa, Herbal dan Kosmetika Tradisional 2007. Pameran dibuka Sekjen Departemen Perdagangan Hatanto Reksodipoetro. Menurut Bachrul, usaha Spa atau Soluse per aqua yang belakangan marak, sebenarnya merupakan bisnis perawatan kesehatan menggunakan sarana air dan ramuan tradisional. Dari sekitar 900 ribu unit usaha tersebut, katanya, 70 persen terdapat di Jakarta dan Bali, selebihnya berada di kota lainnya, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Solo. Dikatakannya, industri Spa di Indonesia sudah berkembang cukup luas, dan berdasarkan data yang dikompilasi dari Global Beauty Industry, industri Spa dunia, termasuk Indonesia mengalami peningkatan sebesar tujuh persen setiap tahun. Nilai perdagangan dunia untuk industri Spa, mencapai 80 miliar dolar AS, meliputi tata rias, perawatan muka dan parfum. Ia berharap seminar tersebut akan mampu mengupas dan merumuskan perkembangan industri Spa ke depan, agar Indonesia bisa memanfaatkan peluang ekonomi lebih besar lagi di tingkat dunia. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam sambutan pembukaan pameran sebelumnya mengungkapkan peningkatan ekspor produk Spa yang belakangan mencapai lebih dari 30 persen. Negara yang menjadi pasar utama industri produk Spa Indonesia antara lain negara kawasan Asia, Australia, Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa. Pameran herbal dan kosmetik tradisional berlangsung 1-4 November di Kuta, diikuti 102 pengusaha nasional Spa. (kpl/rit) |