"Bukan karena saya memang tidak mampu melakukan itu tetapi politik uang akan membuat pesta demokrasi ini ternoda dan dunia politik di daerah ini akan mengalami kemunduran yang sangat besar," katanya saat memberikan pernyataan penutup pada debat kandidat calon Gubernur/Wagub Sulsel di Makassar, Kamis (01/11).
Pasangan calon Gubernur/Cawagub Sulsel Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar/Mubyl Handaling ini tampil memukau dalam debat kandidat yang digelar KPUD Sulsel bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar.
Mereka tampak tangkas menjawab pertanyaan enam panelis yang merupakan pakar dari berbagai bidang seperti pendidikan, pertanian, sosial dan budaya, kesehatan ekonomi dan hukum.
Pasangan yang didukung PPP dan PBB serta sejumlah partai Islam non kursi ini bertekad untuk mewujudkan Sulsel yang religius, berbuidaya, berdaya saing, adil dan sejahtera.
"Kami akan memprioritaskan penciptaan pemerintahan yang bersih, karena ini adalah pintu masuk yang paling penting untuk memperbaiki kehidupan masyarakat di semua lini," ujar putera tokoh DI/TII Qahhar Mudzakkar itu dengan disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Ia menambahkan, negara ini telah mengalami banyak sekali kemunduran karena korupsi terjadi di mana-mana. Karena itu, penting sekali menciptakan pemerintahan yang bersih dan sederhana agar selalu bisa dekat dengan rakyatnya.
"Kebersihan itu harus mulai dari atas. Mustahil air sungai di hilir akan bersih kalau hulunya kotor. Selain itu, mari kita menyapu lantai yang kotor dengan sapu yang bersih, karena tidak mungkin membersihkan lantai dengan sapu yang kotor," ujar Mubyl Handaling yang lagi-lagi disambut tepuk tangan hadirin.
Pasangan ini juga menyinggung soal pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis yang ditawarkan dua kandidat lain yakni Amin Syam/Mansyur Ramly dan Syahrul Yasin Limpo/Agus Arifin Nu`mang.
"Kalau pelayanan kesehatan digratiskan, dokter akan berpikir karena dari mana mereka mendapatkan penghasilan bila pelayanan kesehatan gratis. Sesuatu yang gratis ini tentu saja ada tidak enaknya," ujar Azis.
Dia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak dapat menjanjikan pendidikan dan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat tetapi akan berupaya menekan kepala daerah untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dalam memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan.
Sementara itu, Mubyl yang juga dikenal sebagai pengusaha ini mengakui bahwa pelayanan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat, membuat seseorang tidak bisa bersikap kritis dengan pelayanan dokter karena pasien telah dibebaskan dari biaya kesehatan.
"Kita tidak bisa complain bila pelayanannya lambat karena gratis. Jadi kami hanya berharap agar tim medis memberikan pelayanan secara ikhlas kepada masyarakat jangan hanya karena menggunakan Askes maka pelayanan dokter lambat. Biasanya kalau ada pasien, hal pertama kali yang dipertanyakan dokter adalah apakah pasien ini menggunakan jasa Askes atau tidak," jelas Mubyl yang diikuti gelak tawa dan tepuk tangan peserta.
Dalam bidang perekonomian, Mubyl pun menjawab dengan lantang pertanyaan pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Marzuki DEA yang menekankan persoalan networking dan visi/misi dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
"Pertumbuhan perekonomian di negara kita pada tahun 2007 memang digenjot sekitar 6,8% namun angka itu dinilai hanya mampu menampung sekitar 1,4 juta pekerja sementara jumlah pendatang yang mencari pekerjaan sebagaimana yang tercatat dalam bursa pencari kerja mencapai sekitar tiga juta orang sebab itu perlu membangun sektor produksi serta perdagangan, industri dan jasa," jelasnya.
Mubyl mencontohkan, dalam sektor perdagangan, industri dan jasa seperti menggerakkan atau membantu Usaha Menengah Kecil dan Menengah (UMKM).
Diperlukan upaya untuk membangun semacam lembaga keuangan dimana nantinya, lembaga ini yang akan memberikan kemudahan kepada UMKM dalam memperoleh kredit, khususnya UMKM yang berada di daerah pelosok.
Sebab selama ini, kata Mubyl, UMKM sulit memperoleh suntikan modal dari pihak perbankan sehingga beberapa UMKM tidak pernah bisa menjadi mandiri.
"Soalnya terbukti saat terjadi krisis ekonomi, UMKM ini mampu bertahan di tengah gelombang bangkrutnya sejumlah industri-industri saat krisis ekonomi menerpa," jelas Mubyl.
Sebab itu, Mubyl meyakini bahwa bila ekonomi kerakyatan ini digerakkan, lapangan pekerjaan atau angka pengangguran akan berkurang dan kemiskinan pun dapat terminimalisir. (*/lpk)