Kepala Bandara STS Jambi, Basuki Mardianto SE di Jambi, Senin mengemukakan, lonjakan arus penumpang sejak H-10 hingga pasca lebaran atau memasuki pekan ketiga lebaran masih tinggi sehingga hampir setiap hari terjadi penundaan kedatangan dan keberangkatan pesawat.
Sejak H-10 hingga memasuki pekan ketiga paska lebaran tercatat sedikitnya 24.000 penumpang, baik yang datang maupun yang berangkat, dan dilayani lebih dari 270 kali penerbangan ke Jambi.
Akibat tingginya lonjakan penumpang dan padatnya rute transportasi udara hampir di seluruh Indonesia, Bandara STS Jambi terpaksa melayani penerbangan hingga malam hari.
Hingga akhir Oktober 2007 aktivitas penerbangan malam masih dilakukan, terutama untuk rute Jambi-Jakarta dan sebaliknya, dan setiap penerbangan itu hampir semua bangku pesawat terisi penuh.
Kendati lonjakan penumpang pesawat di Bandara STS Jambi lebih dari 60 persen dan kesibukan cukup merepotkan, namun situasi berjalan aman dan lancar.
Selama arus mudik hingga pekan ketiga pasca lebaran tidak ada terjadi masalah keamanan, baik di bandara maupun di pesawat, hanya saja sering terjadi pergeseran jadwal, namun hal itu dapat dimaklumi penumpang.
Masalah pergeseran jadwal penerbangan itu pun dapat diatasi atau diantisipasi oleh perusahaan penerbangan dengan memberitahukan pada calon penumpang, kendati penumpang sudah menunggu di bandara perusahaan penerbangan melayani mereka dengan baik. (*/rsd)