"Kami berharap tidak berdampak negatif pada mereka," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kepada pers usai melantik jajaran eselon I di Departemen Perhubungan (Dephub) di Jakarta, Jumat.
Jajaran eselon I yang dilantik adalah Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid yang sebelumnya adalah Sekjen Dephub.
Posisi Sekjen, kemudian diisi oleh H. Harijogi yang sebelumnya adalah Dirjen Perhubungan Laut.
Sementara posisi Dirjen Perhubungan Laut, kemudian dipercayakan kepada Effendy Batubara yang sebelumnya adalah Staf Ahli Menhub Bidang Teknologi dan Energi.
Pejabat lain yang dilantik adalah Kepala Badan Diklat Dephub yang sebelumnya kosong beberapa tahun dan dipercayakan kepada Denny Siahaan.
Denny sebelumnya adalah sekretaris lembaga itu.
Menurut Jusman, UE dijadwalkan datang ke Indonesia pada 5-9 Nopember 2007 untuk melakukan verifikasi dan audit kepada tiga maskapai Indonesia, terkait pelarangan terbang UE sejak 6 Juli 2007.
"Mereka kan tidak bekerja dengan melihat potret sesaat," kata Jusman.
Sebagai bahan evaluasi, kata Jusman, Tim Eropa akan melakukan verifikasi aturan penerbangan Indonesia berikut pelaksanaannya oleh regulator.
Selain itu, tim juga akan meninjau tiga maskapai yang diajukan yakni Garuda Indonesia, Mandala Airlines, dan satu operator pesawat borongan, Prime Air.
Jusman menjelaskan, pihak Mandala telah melakukan tindakan sesuai prosedur dan manual yang baik menyusul kecelakaan itu.
"Selain itu, secara sukarela meng-grounded (menghentikan) seluruh pesawat Boeing 737-200 miliknya untuk diaudit sampai hasil investigasi KNKT atas kecelakaan itu selesai," katanya.
Dengan demikian, Eropa diharap menghargai prosedur, manual, sikap profesional dan reaksi dari pihak Mandala itu.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia mengikuti prosedur penerbangan," katanya.
Pesawat yang mengalami insiden di Pangkalan Udara Abdurahman Saleh, Malang, Kamis (1/11) berjenis Boeing 737-200. Pesawat tergelincir karena as roda depan patah.
Terkait insiden itu, kata Jusman, pihaknya tidak akan langsung menjatuhkan sanksi ke Mandala. Langkah pertama adalah melakukan investigasi penyebabnya terlebih dahulu.
Saat ini tim dari Komite Nasional dan Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang melakukan penyelidikan.
Maskapai Diingatkan
Pada kesempatan itu, Jusman juga mengingatkan, operator penerbangan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian terkait cuaca buruk akibat perubahan musim.
Akibat cuaca buruk ini, sehari sebelumnya pesawat kepresidenan juga sempat terjebak, sebelum mendarat di Banjarmasin.
Setelah berputar-putar (holding) di langit Banjarmasin sekitar 45 menit, pesawat baru didaratkan dengan sedikit hentakan (positive landing) agar pesawat tidak tergelincir.
Soal peringatan ke maskapai tersebut, Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara Departemen Perhubungan telah mengirim surat resmi ke maskapai-maskapai perihal "adverse weather operation".
Sesuai surat itu, maskapai diminta melaksanakan sejumlah langkah khusus misalnya mengkaji standar prosedur operasi mulai dari take off, aproach dan landing limitation.
Selain itu, aircraft tire pressure check untuk landasan basah agar ditambahkan dalam transit check list.
Langkah lain, pelaksanaan simulator recurent training ke penerbangnya tentang adverse weather, melaksanakan panduan pendaratan di landasan basah, juga dalam kondisi jarak pandang rendah karena hujan, asap atau tekanan angin.
Selain itu, maskapai juga diingatkan perihal pelaksanaan aproach and landing accident reduction (ALAR) tool kit dalam rangka tindakan pencegahan terjadinya insiden serius dan kecelakaan pesawat saat pendaratan. (*/rsd)