
"Saya merasa selama ini masih kurang kesempatan untuk mengekspresikan nilai estetika tanpa jeda bisnis," kata Dwiki Darmawan dalam konferensi pers pertunjukan musik bertajuk Menembus Batas 2, di Bandung, Jumat (2/11).
Dalam konferensi pers itu juga hadir penyanyi, musisi, dan pengarang lagu yang akan meramaikan pertunjukan tersebut, yaitu penyanyi seriosa Binu Sukaman, penyanyi jazz Nina Tamam, musisi jazz Steve Thornton, dan pengarang lagu bertema alam, Iwan Abdurrahman.
Dwiki mengatakan, dirinya bukan menafikan bahwa dunia televisi bisa eksis tanpa bisnis iklan, namun media yang memberikan kesempatan berekspresi utuh juga diperlukan, agar pesan estetika yang dikandung pertunjukan musik religius, misalnya, bisa dinikmati secara utuh pula.
Bagi Dwiki, bermusik adalah sebuah perjalanan spiritual yang selalu berupaya membuat sesuatu yang baik, sehingga ketika nilai-nilai religi masuk ke dalamnya maka musik atau lagu itu bisa menyentuh perasaan paling dalam.
"Lihat saja lagu hit Ungu yang sangat religius, dan itu menunjukkan bahwa lagu religi bukan hanya bisa lewat nasyid," katanya memberi gambaran.
Karena itu, katanya, dalam orkestra pada Minggu (3/11) di Sabuga, Bandung itu akan tampil lagu-lagu religius, yang antara lain dikarang Bimbo, Iwan Abdurrahman, Ungu, dan dirinya sendiri melalui jenis musik seriosa, jazz, dan pop.
Dalam pertunjukan itu akan tampil juga Krisdayanti, Naff, Snada, Acha Septiarsa, Irwansyah, Intan Nuraini, dan Anggito Abimanyu. (*/boo)
Lihat Profil: Dwiki Dharmawan, Ungu, Nina Tamam, Bimbo, Naff, Snada