< >

Wenger Menghormati Ferguson

Minggu, 04 November 2007 18:03
Kapanlagi.com - Meski bukan terbilang sebagai teman dekat, Arsene Wenger menaruh hormat kepada Sir Alex Ferguson sebagai figur yang telah lama malang melintang di jagat sepakbola Liga Utama Inggris.

Wenger juga menganggap Ferguson sebagai pesaing dalam meraih prestasi yang terbaik. Manchester United dan Arsenal bakal bertanding di Stadion Emirate pada Sabtu waktu setempat.

Wenger melihat Ferguson sebagai manajer yang berusaha memberi yang terbaik bagi timnya.

Baik Wenger maupun Ferguson telah menorehkan nama sebagai manajer yang sukses membawa masing-masing timnya ke tangga prestasi gemilang. Keduanya memberi sejumlah trofi kepada masing-masing timnya. Meski keduanya terus memburu sukses di sejumlah laga bergengsi, baik di liga utama Inggris maupun di daratan Eropa.

Keduanya manajer juga tergolong relatif lama bercokol di Liga Utama Inggris. Ferguson telah 21 tahun berada di Old Trafford, sedangkan Wenger telah 11 tahun menangani Arsenal.

Manajer asal Prancis memiliki keyakinan bahwa tekad kuat dan kerja keras bakal berbuah di masa depan. Meski kerapkali perlu mengorbankan kepentingan keluarga sekali pun. Ini yang jadi salah satu resep bagi Wenger untuk terus bertahan di kubu Arsenal.

"Engkau harus berkorban dalam hidup ini terlebih menghadapi perjalanan panjang dari pekerjaan," kata Wenger.

"Engkau bangun pagi dan pergi ke lapangan untuk berlatih. Dan engkau harus terus bekerja meski pekerjaan itu tidak ada habisnya."

"Ia (Ferguson) memiliki kualitas terbaik yang justru diperlukan bagi mereka yang hendak menjadi seorang manajer. Ia penuh semangat, mampu membuat keputusan-keputusan yang tepat, dan menunjukkan konsistensi dalam membangun motivasi ke depan."

"Ia tidak akan berada di sana selamanya, begitu pula saya. Meski saya termotivasi untuk menggeluti pekerjaan ini selama 25 tahun tanpa henti seperti dirinya. Tidak ada seorang pun yang mampu bekerja selama 21 tahun seperti dirinya. Itu sungguh pengorbanan yang luar biasa."

"Engkau memerlukan konsistensi untuk membangun kepribadian diri. Dan kami juga dituntut mengorbankan diri sejauh memang diperlukan bagi tim."

"Ia tidak sedikit pun ragu memberi kepercayaan kepada para pemain muda."

Kiprah yang relatif lama dari kedua manajer itu menghasilkan prestasi maksimal bagi timnya masing-masing.

Dibandingkan dengan mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho yang membawa kejutan bagi tim asuhannya, keduanya relatif berbeda. Pelatih asal Portugal datang kemudian pergi begitu saja, meski kepergiannya itu mengejutkan pecinta sepakbola dunia.

Wenger beranggapan bahwa persaingan perlu ditumbuhkan di Arsenal. Meski klub asuhannya telah bertengger di peringkat atas klasemen Liga Utama Inggris.

"Kadangkala, cuaca lebih panas. Sedikit hangat," katanya.

"Persaingan kerap dapat mengubah kenyataan. Meski kita perlu bersikap lebih tenang."

"Untuk mengatakan bahwa kami saling berseteru, itu kelewat berlebihan. Saya tidak tahu apakah Ferguson menganggap saya sebagai temannya. Saya menghormati dia akan apa yang telah dia lakukan selama ini. Itu saja."

"Engkau dapat saja menangani segala hal secara berbeda, meski kadang kala tidak berbuat apa-apa juga. Saya tidak dapat memberi engkau jaminan mengenai hari esok."

Jika Arsenal dapat tampil konstan, mereka akan menemukan jalan untuk menghentikan Carlos Tevez. Striker Argentina itu kini berada dalam kondisi prima.

Wenger mengatakan, "Saya berpikir bahwa ia dapat menjalin kerja sama bersama Wayne Rooney meski gaya mereka sedikit berbeda. Yang satu bergaya Argentina, yang satu lagi bergaya Inggris."

"Saya merasa kedua tim akan menampilkan gaya sepakbola yang mengandalkan serangan dengan didukung kecepatan. Pertandingan yang selalu enak ditonton," katanya.

"Pertandingan akan menjadi sebuah seni karena sulit terlewatkan." (*/lpk)