Striker Alan Martha menjadi pahlawan Indonesia dengan memborong seluruh empat gol pada menit ke-78, 82, 87, dan 90.
Sebelumnya Indonesia tertinggal lebih dulu pada menit ke-62 ketika Nguyen Dinh Loi menjebol gawang Tri Windu Anggono.
Sembilan poin yang dikumpulkan tim yang diasuh Subangkit itu hanya bisa dikejar oleh Laos, akan tetapi Indonesia unggul "head-to-head karena menang 1-0 saat kedua tim bertemu.
Apapun hasil pada pertandingan terakhir tidak akan berpengaruh bagi Indonesia.
Jepang sendiri tak tergoyahkan di posisi puncak dengan 12 poin yang telah diperolehnya.
Sayangnya, kemenangan Indonesia itu ternoda oleh kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Yericho Christiantoko setelah pemain sayap itu memukul pemain Vietnam Giang Tranh Quach Tran saat keduanya berebut bola dua menit sebelum pertandingan usai.
Bertanding di bawah siraman hujan yang membasahi Jakarta sejak pagi hari, Vietnam ternyata mengambil inisiatif menyerang lebih dulu.
Baru satu menit pertandingan berjalan, kiper Indonesia Tri Windu Anggono telah dipaksa untuk menjatuhkan badan guna menyergap bola yang mengarah ke gawangnya.
Seiring berjalannya waktu, anak-anak Indonesia mulai menemukan bentuk permainannya, hanya saja serangan demi serangan yang mereka lakukan tidak bisa membuat bola mengarah ke gawang lawan.
Begitu pula halnya Vietnam, tidak bisa menembus tembok pertahanan tim Merah Putih yang dikomandoi kapten Reffa Money.
Babak pertama berjalan relatif tanpa aksi yang mengancam gawang kedua kesebelasan.
Hanya saja pada menit ke-39 hampir seluruh penonton di Stadion Lebak Bulus mengumpat ketika wasit Valentin Kovalenko dari Uzbekistan tidak menunjuk titik putih meski bola tendangan striker Indonesia Alan Martha jelas mengenai tangan bek Vietnam.
Pelatih Indonesia Subangkit mengganti dua pemain pada babak kedua. Dengan memasukan gelandang Fingky Pasamba dan Rudi Setiawan, sepertinya Subangkit ingin memperkuat lini tengah Indonesia.
Indonesia membuka peluang pada menit ke-56 ketika kerjasama Yericho Christiantoko dan Alan Martha membuat Yericho bebas untuk menyepak bola. Tetapi tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih bisa ditepis kiper Vietnam Tran Van Phu.
Bencana bagi Indonesia terjadi pada menit ke-62 ketika Vietnam melakukan serangan balik cepat.
Nguyen Dinh Loi dengan cepat mengumpan bola ke kaki Nguyen Dinh Qui sembari terus berlari menerobos pertahanan Indonesia. Qui mengembalikan bola kepada Loi dan dengan sebuah tendangan keras, gelandang itu melesakkan bola ke gawang Indonesia.
Tertinggal 0-1, Indonesia tersengat dan terus menekan Vietnam untuk menyamakan kedudukan.
Striker Alan Martha membuat para penonton bersorak ketika bola tendangannya berhasil menjebol gawang Vietnam pada menit ke-78.
Alan menjadi pahlawan Indonesia setelah ia berlari kencang menyambut bola umpan Yericho dan kemudin berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, empat menit setelah gol pertamanya.
Alan melengkapi hatriknya pada menit ke-87 setelah ia berhasil menyongkel bola melewati kiper lawan.
Gol keempatnya tercipta pada menit ke-90 setelah ia memenangi duel perebutan bola dengan bek Vietnam dan menyarangkan bola ke gawang Vietnam.
Kini striker asal Padang Pariaman itu telah mengoleksi lima gol sepanjang turnamen.
Susunan pemain:
Indonesia: 12-Tri Windu Anggono; 14-Taji Prashetio, 4-Alfin Tuasalamony (26-Rudi Setiawan 46), 5-Reffa Money/kapten, 6-Ferdiansyah; 7-Ridwan Awaludin (8-Fingky Pasamba 46), 2-Yericho Christiantoko, 25-Fahreza Agamal, 15-Mochammad Zainal Haq; 11-Alan Martha, 19-Novri Setiawan (27-Rinaldi Gunapradhipta 84).
Vietnam: 1-Tran Van Phu; 2-Trinh Van Ha, 3-Nguyen Ngoc Quy, 18-Le Thai Quang; 4-Phan Thanh Tinh, 7-Ngo Hoang Tinh/kapten, 14-Nguyen Dinh Loi (8-Nguyen Ngoc Long 74); 10-Huynh Van Thanh; 9-Nguyen Dinh Qui, 16-Hoang Van Nhuan (22-Ho Chi Tam 57), 11-Giang Tran Quach Tran. (*/lpk)