"Inggris sebagai suatu negara kuat (dalam sepak bola). Mereka menghasilkan banyak iklan dan publikasi. Mereka tidak perlu membangun stadion baru. Mereka mempunyai 10 hingga 11 stadion," katanya kepada wartawan di Kuala Lumpur.
"Tetapi juga jangan lupa Cina. Mereka juga mempunyai banyak stadion. Tetapi, pencalonan masih terbuka. Banyak yang berminat dan akan menjadi persaingan yang baik," katanya.
Blatter berada di Malaysia untuk menghadiri pemberian penghargaan kepada Pemain Putri Terbaik Tahun ini versi Konfederasi Sepak Bola Asia, Selasa malam.
Presiden FIFA itu bulan lalu mendorong Inggris untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018, sehubungan dengan pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown di London.
Inggris dikalahkan Jerman dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia tahun lalu dan ingin menyelenggarakan event sepak bola terbesar internasional itu di negerinya untuk pertama kalinya sejak 1966, saat tuan rumah tersebut menjuarai kompetisi tersebut.
Blatter mengatakan Australia, Cina, Jepang, Belanda, Belgia, Meksiko, dan Amerika Serikat semuanya menyatakan kesediaannya untuk menyelenggarakan turnamen 2018 itu.
"Australia membicarakan pencalonan tuan rumah 2018 itu sejak tahun 2000. Yang pasti banyak calon. Ini hebat," katanya.
FIFA, badan pengelola sepak bola dunia, bulan lalu mengumumkan akhir kebijaksanaan penggiliran tuan rumah Piala Dunia yang diselenggarakan empat tahun sekali.
Tetapi, konfederasi enam benua FIFA mengambil keputusan untuk mempertahankan peraturan bahwa "negara anggota konfederasi yang sudah dua kali menjadi tuan rumah turnamen tersebut dilarang mengajukan permohonan."
Afrika Selatan, tuan rumah Piala Dunia 2010, merupakan negara pertama yang mendapat keuntungan dari kebijaksanaan giliran yang diberlakukan tahun 2000 itu.
Brasil akan menyelenggarakan Piala Dunia 2014 di Amerika Selatan. FIFA diduga akan menetapkan tuan rumah Piala Dunia 2018 pada tahun 2012. (*/cax)