
Grup band yang diawaki enam anak muda asal Jakarta yang terdiri dari Giring Nidji (vokal), Rama dan Ariel (guitar), Adrie (drum), Andro (bass) dan Run-D (keyboard), berhasil "membius" para penonton yang umumnya generasi muda itu, untuk bernyanyi dan bergoyang bersama selama satu jam.
Nidji membuka konser bertajuk "Ambon Su Bisa (ASB) I" dan disponsori LA Light, Irene Manajemen itu, tepat pukul 21.00 WIT dengan tembang Heaven dan dilanjutkan dengan Child dan Bila Aku Jatuh Cinta (Lakuta) dari album pertamanya BREAKTHRU', mampu "menghipnotis" ribuan kawula muda dan anak-anak untuk turut bernyanyi bersama.
Ditunjang dengan penataan panggung, lighting (lampu) dan sound system bertaraf profesional yang didatangkan Meck Productions dari Makassar, membuat aksi panggung Giring sang vokalis semakin prima dan membuat ribuan penonton yang memadati lapangan terbuka itu semakin histeris.
Di sela-sela konsernya, Giring sang vokalis sempat memberi pesan-pesan damai dan menghimbau kawula muda Ambon untuk menjauhi narkoba.
Dengan gayanya yang khas, bernyanyi sambil jingkrak-jingkrak serta didukung aksi para musisi grup musiknya, Nidji pun menuntaskan delapan lagu yang tersisa yakni Sudah, Manusia Sempurna, Jangan Lupakan, Arti Sahabat, Kau dan Aku, Biarlah, Hapus Aku serta Disco Lazy Time yang menjadi lagu pamungkasnya.
Khusus tiga buah lagu yakni Jangan Lupakan, Arti Sahabat, dan Biarlah merupakan lagu-lagu hits di album kedua Nidji yang bertajuk "Pop Up" yang baru diluncurkan Rabu (7/11), dan dinyanyikan khusus untuk menghibur kawula muda di Ambon dan sekitarnya yang baru terbebas dari konflik.
Saat membawakan lagu Kau dan Aku, Giring malah menggantikan kata Kau dan Aku dengan bahasa Ambon "Ale dan Beta" yang merupakan kata sapaan khas akrab bagi orang Ambon, dan hal ini membuat ribuan penonton lebih bersemangat untuk bernyanyi dan bergoyang bersama.
Sebelum mengakhiri aksi panggungnya yang tergolong spektakuler, satu per satu personel Nidji pun mengucapkan terima masih dan kebanggaan mereka terhadap masyarakat Ambon yang mampu menjaga kebersamaan, sehingga konser berlangsung aman. Ungkapan terima kasih ini pun disampaikan dengan dialek Ambon yang kental.
"Dangke (terima kasih) Ambon, kalian membuat kami cinta dan rindu untuk kembali ke sini. Ini konser pertama kami yang berlangsung aman tanpa ada bentrokan antara penonton," kata mereka mengakhiri konsernya.
Ucapan terima kasih yang disampaikan dengan bahasa Ambon itu, tak pelak mengundang simpati ribuan kawula muda dengan memberikan aplaus dan meneriakkan nama grup band tersebut. (*/erl)
Lihat Profil: Nidji, Giring Nidji