< >

Telkom Akan Ambil 40% Porsi Palapa Ring

Jum'at, 09 November 2007 17:29
Kapanlagi.com - Operator telekomunikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), diperkirakan akan mengambil porsi sekitar 40% dari total nilai investasi proyek pembangunan Palapa Ring yang nilainya tidak kurang dari 225.037 juta dolar AS atau Rp2,070 triliun.

"Barangkali porsi kita yang paling besar dibandingkan operator lain yang terlibat," kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto, di Surabaya, Jumat, menanggapi sekitar rencana Penandatangan Perjanjian Kerja sama (PKS) proyek Palapa Ring.

Proyek Palapa Ring yang ditangani secara konsorsium dengan melibatkan enam operator telekomunikasi tersebut, menurut rencana PKS-nya akan ditandatangani bertepatan dengan Hari Pahlawan di Surabaya, pada 10 Nopember 2007 dan disaksikan Menkominfo, M Nuh.

Palapa Ring adalah proyek pembangun "backbone fiber optic" di Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk infrastruktur telekomunikasi terintegrasi.

Dengan demikian, Palapa Ring yang direncanakan menghubungkan Sulawesi, Papua, Maluku dan Nusa Tenggara melalui 32 "landing points" itu sangat besar artinya dalam mendukung pembangunan perekonomian di KTI.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dirjen Postel, enam perusahaan operator telekomunikasi yang terlibat dalam pembangunan Palapa Ring adalah PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, PT Powertek Utama Internusa dan PT Infokom Elektrindo.

Keanggotaan Konsorsium Palapa Ring pada saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembangunan jaringan serat optik nasional "Palapa Ring" Tahap I Indonesia Timur pada 25 Mei 2007 di Ditjen Postel, sebenarnya melibatkan tujuh perusahaan yaitu PT Telkom, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Bakrie Telecom, PT Powertek Utama Internusa, PT Infokom Elektrindo dan PT Macca System Infocom).

Namun, PT Macca System Infocom kemudian mengundurkan diri. Karena itu, pada saat berlangsungnya pertemuan pada 5 Nopember 2007 antara Menkominfo dengan para direksi enam perusahaan anggota Konsorsium Palapa Ring, Menteri Kominfo menanyakan kesanggupan dan komitmen mereka satu persatu, dan secara keseluruhan keenam perusahaan tersebut tetap dapat berkomitmen dalam Palapa Ring.

Pada saat anggota konsorsium masih tujuh perusahaan, berdasarkan hasil "Ready for Information" (RFI), nilai investasi total untuk pembangunan Palapa Ring ini diperkirakan sebesar 255,1 juta dolar AS atau Rp2,346 triliun.

Tapi, karena ada yang mengundurkan diri dan kini tinggal enam perusahaan, maka nilai investasi totalnya menjadi sebesar 225.037 juta dolar AS atau Rp2,070 triliun.

Perhitungan itu dengan ketentuan bahwa meskipun ada yang mengundurkan diri, maka besaran investasi tiap pihak tidak berubah.

Jika setelah RFP (Request For Proposal) dalam rangka tender dengan konfigurasi penuh terdapat kekurangan investasi maka akan ditetapkan kemudian, apakah akan mengundang investor baru atau menunda pembangunan sebagian "link" sesuai dengan besarnya kekurangan dana.

Sejak penandatanganan MoU pembangunan jaringan serat optik nasional Palapa Ring Tahap I Indonesia Timur, para anggota konsorsium telah melakukan sejumlah kegiatan yang sangat intensif mulai dari pembentukan Komite Manajemen Interim, beberapa pembahasan khusus (rencana kapasitas (trafik), rencana skema bisnis, rencana konfigurasi, rencana rute dan rencana lokasi terminal).

Setelah penandatangan PKS (sekitar Desember 2007), sejumlah tugas juga sudah harus dikerjakan seperti finalisasi dokumen pengadaan (syarat tender, syarat kontrak, spesifikasi teknis, "Scope of Works" dan metode evaluasi), pengumuman pemenang tender dan penandatanganan kontrak pengadaan sekitar Januari atau Pebruari 2008.

Sedangkan pembangunan fisiknya diperkirakan akan dimulai pada kuartal pertama 2008. (kpl/rit)