Serangan itu terjadi Jumat (9/11) pagi di rumah Sheikh Taha al Obeidi di desa Dojemah, dekat kota Khalis sekitar 50km utara Baghdad, kata pejabat polisi Khalis Letkol Mohammed al Obeidi.
"Beberapa orang berada di dalam rumah itu. Ledakan itu menewaskan empat pemimpin suku, semuanya anggota Dewan Kebangkitan Diyala," kata Obeidi. "Ketua Dewan Kebangkitan di distrik Khalis, Sheikh Fayez Lafta termasuk di antara mereka yang tewas."
Sebuah pernyataan militer AS mengatakan, Lafta dan dua orang lainnya tewas dalam apa yang disebutnya adalah ledakan bom, tetapi tidak merinci lebih jauh. Seorang dokter di rumah sakit di Khalis mengatakan fasilitas itu menerima empat mayat.
Dewan Kebangkitan berkembang di seluruh Irak, struktur tentang garis Dewan Kebangkitan Anbar dibentuk oleh para sheikh suku Sunni di provinsi Anbar, Irak barat untuk memerangi milisi Al Qaeda di Irak.
Al Qaeda memperingatkan bahwa mereka akan mengincer para pemimpin yang bekerjasama dengan militer AS melawan gerilyawan, dan mengklaim bom mobil 13 September yang menewaskan pemimpin Dewan Kebangkitan Anbar, Abdul Sattar Abu Reesha.
Pada 4 Oktober, satu bom di pinggir jalan dekat kota Samarra menewaskan pemimpin Dewan Kebangkitan provinsi Salaheddin, Sheikh Maawia Naji Jebara, dan mencederai deputinya Sheikh Sabah Muthasar al Shimmary.
Sebelas hari kemudian, satu serangan senapan terhadap satu konvoi para anggota dewan Salaheddin menewaskan tiga orang dan mencederai lima lainnya. (*/bun)