< >

Lini Tengah dan Depan Persebaya Masih Bermasalah

Senin, 12 November 2007 23:45
Kapanlagi.com - Persebaya Surabaya harus secepatnya membenahi kelemahan lini tengah dan depannya, menjelang pertandingan lanjutan Liga Indonesia 2007 menghadapi Persegi Bali FC di Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya, Kamis (15/11).

Pada sesi ujicoba melawan Indonesia Muda (salah satu klub internal anggota Persebaya) di Surabaya, Senin petang, pelatih Persebaya Suhatman Iman tampak kecewa dengan amburadulnya kerjasama lini tengah dan depan anak asuhnya.

"Sentuhan bola-bola pendeknya masih buruk dan masih sering salah `passing`. Kalau untuk lini belakang, sejauh ini sudah cukup bagus," katanya usai laga ujicoba yang berkesudahan 5-0 untuk Persebaya.

Suhatman juga belum puas dengan penampilan duet penyerang asingnya, Augustine Kettor (Liberia) dan Juan Vallejos (Argentina) yang masih belum padu dan lemah dalam penyelesaian akhir.

Vallejos memang mencetak dua dari lima gol pada laga ujicoba itu, namun semuanya dari bola-bola mati, salah satunya melalui eksekusi titik pinalti.

"Sisa waktu yang ada ini akan saya manfaatkan untuk mengasah ketajaman keduanya dan membenahi kinerja lini tengah dan depan. Secara tim, permainan anak-anak sudah cukup bagus, tapi belum memuaskan," ujar Suhatman.

Pelatih asal Padang itu menambahkan target poin penuh melawan Persegi Bali FC wajib direbut anak asuhnya, untuk mendongkrak posisi "Green Force" dari papan bawah klasemen sementara wilayah timur.

"Pokoknya semua laga kandang sisa harus dimenangkan, agar posisi kita bisa naik," tambah Suhatman.

Kenang Agil H.Ali

Sementara itu, partai menjamu Persegi Bali FC akan dijadikan momentum untuk mengenang dan menghormati jasa mantan Manajer Persebaya era 1988 (kompetisi Divisi Utama Perserikatan) H. Agil Haji Ali, yang pada Minggu (11/11) malam meninggal dunia dalam usia 62 tahun.

Sekretaris Umum Persebaya Akhmad Munir mengatakan pada pertandingan nanti, seluruh pemain dan ofisial Persebaya akan mengenakan pinta hitam di lengan sebagai tanda berkabung atas meninggalnya salah satu tokoh pers nasional dan pendiri Harian Pagi Memorandum Surabaya itu.

"Kehadiran beliau di Persebaya telah memberi warna pada kiprah dan perjalanan tim ini, sehingga sudah selayaknya Persebaya memberi penghormatan. Sebelum laga dimulai, para pemain, ofisial dan penonton diajak mengheningkan cipta untuk mendoakan almarhum ," katanya.

Agil Haji Ali meninggal dunia di RS Islam Jemursari Surabaya pada Minggu (11/11) sekitar pukul 18.20 WIB, setelah beberapa lama menjalani perawatan intensif akibat penyakit stroke yang dideritanya.

Almarhum yang meninggalkan seorang istri dan dua anak itu, dimakamkan di Tempat pemakamam Umum (TPU) Pegirikan Surabaya pada Senin siang. (*/lpk)