Petugas Pengamatan di Pos Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, sekitar pukul 12.00 WIB sd 18.00 WIB menyebutkan, sebanyak 106 letusan, kegempaan vulkanik A (dalam) 3 kali, vulkanik B (dangkal) 38 kali, dan gempa tremor 23 kali serta gempa hembusan sebanyak 24 kali terjadi di Gunung itu.
"Selama enam jam mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB sepanjang Senin sore, letusan dan kegempaan vulkanik secara kualitas mengalami peningkatan dibandingkan pagi hari," kata Tim Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG), Bandung, Jawa Barat, Patra Cahya, saat dihubungi, Senin malam.
Akibat ketinggian frekuensi letusan dan kegempaan vulkanik, ujar dia, pada dua pulau di sekitar Anak Krakatau yakni Sertung dan Panjang sudah terkena lontaran batu panas dan dinyatakan sangat berbahaya bagi pengunjung termasuk petugas yang selama ini berjaga-jaga di kawasan Cagar Alam Laut (CAL) yang dilindungi untuk konservasi alam itu.
"Itu berdasarkan pengamatan visual di sekitar Gunung Rakata, pada Senin malam," kata dia pula.
Menurut Patra, saat ini bola api dan lontaran batuan panas serta cairan pijar terus mewarnai kemerahan Gunung Anak Krakatau dan terlihat jelas dari Gunung Rakata (bekas letusan `induk` Krakatau/Krakatau tua sebelumnya).
Apalagi, kondisi cuaca malam di kawasan Anak Krakatau cukup cerah sehingga semburan pijar begitu jelas keindahannya.
Terlebih saat ini di kawasan sekitar Anak Krakatau, belum diguyur hujan.
Status Anak Krakatau masih koridor "siaga" level III, karena setiap menit terus mengeluarkan aktivitas letusan dan kegempaan vulkanik. Letusan dan kegempaan vulkanik relatif normal, dengan kemunculan interval cepat 3-6 menit, dan lambat 10-15 menit.
Ia menegaskan pula, sejauh ini Anak Krakatau tidak begitu mengkhawatirkan akan terjadi bencana letusan besar dan gelombang tsunami dahsyat seperti pernah terjadi pada tahun 1883 yang menghancurkan "induk" anak gunung itu.
Hasil pengamatan secara visual yang berbahaya dengan aktivitas anak gunung itu, pada radius kejauhan sekitar tiga kilometer dari titik letusan gunung tersebut.
Kemungkinan, kata dia pula, kalau terjadi letusan dan gempa hanya jarak tiga kilometer yang terkena lontaran batuan pijar dan bola api serta asap.
Karena itu, dua pulau di sekitar Anak Krakatau kini dikosongkan karena bisa berbahaya akibat semburan sumber energi gunung tersebut. (*/cax)