Menurut salah seorang penumpang bus itu, Uthe, bus Damri yang ditumpanginya ditabrak bus Damri lainnya dari belakang setelah melakukan pengereman mendadak, sehingga kedua bus mengalami kerusakan.
Bus melakukan pengereman mendadak setelah truk yang berada di depannya mengalami mati mesin mendadak, sementara dari arah berlawanan ada kendaraan yang hendak melintas. Sopir bus akhirnya mengerem mendadak, dan tindakan itu mengakibatkan bus Damri yang berada di belakang menabrak bus tersebut.
Bus Damri rute Bandar lampung-Jakarta selalu berkonvoi dengan jumlah kendaraan berkisar empat sampai enam unit.
Kecelakaan itu tidak mengakibatkan jatuhnya korban, namun membuat para penumpang sempat panik. Pengelola Damri dua jam kemudian mengganti bus yang rusak itu dengan bus cadangan yang didatangkan dari Bandar lampung.
Namun para penumpang mengalami kerugian, karena mereka terlambat tiba di Jakarta. Biasanya bus Damri telah tiba di Stasiun Gambir pukul 04.30 WIB, dan diperkirakan akan terlambat tiba akibat tabrakan tersebut. Selain bekerja atau kuliah, warga Lampung yang hendak menggunakan pesawat terbang dengan tujuan daerah lainnya, umumnya naik Damri dari Bandar lampung dengan tujuan Gambir Jakarta, kemudian melanjutkan perjalanannya dengan bus Damri ke Bandara Soekarno- Hatta.
Tanjakan Tarahan adalah salah satu titik rawan kecelakaan di jalur lintas tengah Sumatera, dan sangat sering truk penuh muatan mengalami mati mesin mendadak karena tidak mampu melewati tanjakan tersebut. (*/cax)