"Masa jabatan ketiga pejabat tersebut berakhir secara berurutan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, H. Mahally Fikri di Mataram, Selasa.
Dia menjelaskan, masa jabatan Walikota Bima berakhir 24 Juli 2008, Bupati Lombok Timur 30 Agustus dan Gubernur NTB berakhir 1 September 2008.
Digabungnya Pemilu tiga kepala daerah tersebut dimaksudkan disamping untuk mengirit biaya juga menghindari berbagai hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita lihat sekarang beberapa daerah yang melaksanakan Pemilu KDH, setelah selesai pemungutan suara terjadi kerusuhan karena masing-masing calon belum siap kalah," katanya.
Jumlah calon pemilih sekitar 2,3 juta orang tersebar pada sembilan kabupaten dan kota, sementara calon pemilih terbesar di Kabupaten Lombok Timur mencapai 716 ribu orang dan Lombok Tengah 534 ribu orang.
Mengingat jumlah dana yang sangat terbatas dalam melaksanakan Pemilu KDH tersebut, maka KPU telah membatasi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 12.000 TPS pada Pemilu Presiden menjadi 7.522 TPS.
Berbagai tahapan Pemilu KDH telah dilakukan antara lain pendataan jumlah calon pemilih, penyuluhan dan rapat-repat termasuk menghitung jumlah dana yang akan dihabiskan dalam kegiatan Pemilu KDH.
"Pelaksanaan Pemilu harus dilaksananakan sesuai Jawal yang telah ditentukan sekitar Mei 2008 dan sulit untuk diundur," katanya.
Asisten I Sekda NTB, Drs. H. Sirajul Munir mengatakan, Propinsi NTB siap mendanai proses Pemilu NTB tahun 2008 berapapun jumlahnya.
"Pemerintah pusat tidak memberikan dana untuk Pemilu NTB, sehingga apapun alasannya kita harus danai," katanya.
Untuk mencukupi dana Pemilu maka masing-masing kabupaten/kota akan dikenakan sumbangan untuk dana penyelenggaraan Pemilu 2008 menurut kemampuan kabupaten/kota.
Pemilu Kepala Daerah diperkirakan akan menghabiskan dana miliaran rupiah dan semua itu akan dianggarkan melalui APBD tahun 2008.
"Untuk itu, diharapkan RAPBD NTB tahun 2008 dapat diajukan ke DPRD NTB untuk dibahas dan disahkan pada Desember 2007, sehingga Januari 2008 dananya sudah dapat dipergunakan," katanya. (*/cax)