< >

KRKB Minta KPUD Tunda Pelaksanaan Pilgub Kalbar

Selasa, 13 November 2007 20:50
Kapanlagi.com - Ketua Koalisi Rakyat Kalimantan Barat Bersatu (KRKB), Silvanus Sungkalang, meminta Komisi Pemilihan Umum Provinsi menunda pelaksanaan pemilihan gubernur Kalbar periode 2008-2013 yang jatuh pada 15 November mendatang.

Silvanus Sungkalang menyampaikan protes ke KPU Provinsi Kalbar di Pontianak, Selasa, dengan menyatakan bahwa pemilihan gubernur mesti ditunda karena berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan terjadi kecurangan, yaitu sejak Selasa pagi berlangsung pemilihan gubernur di Kampung Saham Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

"Hasil keseluruhan pemilihan itu, mendukung salah satu calon," katanya.

Mereka juga menginginkan agar KPU memberikan teguran keras kepada media massa dan segera mencabut berita yang telah merugikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mengenai hasil LSI (Lembaga Survei Indonesia) pada masa tenang, karena dinilai dapat mempengaruhi sikap publik.

Selain kecurangan tersebut, penundaan pemilu mesti dilakukan karena hingga dua hari menjelang saat pencoblosan, masih banyak pemilih yang memenuhi persyaratan tetapi tidak terdaftar, sehingga dinilai sangat merugikan dan melanggar Undang-undang.

"Berdasarkan temuan adanya pemilu di salah satu tempat itu, kami meminta KPU mendiskualifikasi pasangan pemenang itu sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada pemilihan 15 November mendatang," katanya.

Ada delapan partai yang tergabung dalam KRKB, yaitu Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, Partai Pelopor, Partai Serikat Indonesia, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia.

Sebelumnya, Senin (12/11) LSI mengeluarkan hasil survei yang dimuat sejumlah media massa daerah, dari empat calon kandidat, posisi pertama ditempati oleh pasangan incumbent urut 1, Usman Ja`far-Laurentius Herman Kadir, dengan prosentase 31,2 persen, nomor dua pasangan urut 4, Cornelis-Cristiandy Sanjaya, 31,0 persen, nomor tiga, urut 2, pasangan Oesman Sapta Oedang-Ignatius Lyong, 17 persen, dan nomor empat, urut 3, pasangan Akil Mochtar-AR. Mecer, 11,4 persen.

Peneliti LSI, Deni Irfani, mengatakan, sebanyak 1020 responden, dari jumlah itu sekitar 9,4 persen masih merahasiakan pilihannya, masa pengambilan sampel, 6-10 November atau bersamaan dengan dimulainya masa kampanye.

Ketua KPU Kalbar, Aida Mochtar, mengatakan, tidak bisa memenuhi permintaan KRKB yang meminta pelaksanaan Pilgub Kalbar agar ditunda, karena itu merupakan keputusan final. "Kalau memang ditemukan adanya penyimpangan dan kecurangan silakan laporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu untuk ditindaklanjuti," katanya.

Ia mengatakan, mengenai banyaknya keluhan warga masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih meskipun syaratnya sudah cukup sebagai pemilih, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. "Kami memang tidak menugaskan petugas untuk datang ke rumah-rumah untuk melakukan pendataan pemilih, karena pemilu gubernur KPUD tidak melakukan pendaftaran pemilih, melainkan melakukan pemuktahiran pemilih," katanya.

Aida Mochtar menambahkan, dengan begitu diharapkan masyarakat yang dituntut berperan aktif untuk mendaftarkan diri ke Camat ataupun RT setempat agar terdaftar sebagai pemilih, bukan petugas yang datang ke rumah-rumah masyarakat.

Dalam pertemuan itu masing-masing pihak saling ngotot, dan selesai pertemuan tersebut tidak ada titik temu, KPUD Kalbar tetap mengatakan Pilgub akan dilaksanakan sesuai jadwal.

Sebanyak empat pasangan calon siap bertarung pada pilkada kali ini, terdiri atas urut 1, Usman Ja`far (gubernur sekarang) - Laurentius Herman Kadir, urut 2. H Oesman Sapta Odang - Ignatius Lyong, urut 3. HM Akil Mochtar - AR Mecer dan urut 4. Cornelis - Christiandy Sanjaya. (*/lpk)