< >

Pertarungan di Pilkada Tidak Lagi Didominasi Peran Parpol

Selasa, 13 November 2007 21:31
Kapanlagi.com - Konsultan politik, Denny JA, mengatakan bahwa 'pertarungan' dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) bukan lagi didominasi oleh peran partai politik untuk memenangkannya, justru mesin image building yang lebih berpengaruh.

"Mesin yang membangun image itu, di antaranya diisi oleh para konsultan politik profesional," katanya di Jakarta, Selasa (13/11), saat diminta tanggapannya atas kekalahan calon-calon yang diusung Partai Golkar di basis-basis partai tersebut.

Menurutnya, mesin pembangun image justru lebih dominan dari pada peran partai politik dalam pemilihan kepala daerah secara langsung.

Dalam Pilkada Kabupaten Lampung Barat (Lambar), calon yang diusung PDIP dan PPP, PKB dan PD, Mukhlis Basri dan Dimyati Amin, memenangi Pilkada mengalahkan tiga pasang calon lainnya, termasuk calon Partai Golkar, I Wayan Dhirpa-Heru Sambodo.

Pilkada Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung dimenangkan pasangan Abdurachman Sarbini (Mance)-Agus Mardi Hartono, dan pasangan dari Partai Golkar juga mengalami kekalahan dalam Pilkada ini.

Dalam Pilkada Gubernur Sulsel, calon yang diusung Partai Golkar juga mengalami kekalahan, meski KPUD setempat belum secara resmi mengeluarkan rekapitulasi hasil suara.

Pasangan Sayang yang dicalonkan PDIP, PDS, PAN dan Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang, mengalahkan pasangan yang diusung Partai Golkar, HM Amin Syam dan Mansyur Ramly.

PDIP menyambut gembira kemenangan pasangan Syahrul Limpo-Agus Arifin Nu'mang itu sebagai sesuatu yang luar biasa, sementara Wapres yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, menyampaikan ucapan selamat kepada pemenang Pilkada Gubernur Sulsel itu.

Wapres menyebutkan Pilkada Gubernur Sulsel itu sebagai "all Golkar final" karena pasangan Syahrul-Agus dan Amin adalah kader Golkar.

Sementara di Pilkada Gubernur Maluku Utara, rekapitulasi hasil Pilkada itu juga belum diumumkan secara resmi oleh KPUD setempat.

Namun pasangan Thaib Armaiyn (incumbent)/Gani Kasuba unggul dari tiga pasangan calon lainnya, dalam total perolehan suara yang telah diplenokan di lima dari delapan KPUD kabupaten/kota di Malut.

Pasangan Thaib/Gani unggul dengan perolehan 121.398 suara, sementara pasangan Abdul Gafur/Aburrahim Fabanyo yang diusung koalisi Partai Golkar, PDK dan PAN itu meraih 109.352 suara.

Pemenang Pilkada Gubernur Maluku Utara masih menunggu hasil sidang pleno KUPD setempat.

Namun dalam publikasi terakhir (06/11) perhitungan cepat KPUD Malut mengenai hasil sementara Pilgub Malut di delapan/kabupaten/kota, pasangan Thaib/Gani unggul dengan 143.065 suara atau 38,48%.

Menurut Denny, kekalahan calon-calon partai politik di basis- basis parpol itu terjadi karena pertarungan Pilkada tidak lagi didominasi oleh peran partai politik. (*/lpk)