Kepala Badan Karantina Deptan, Syukur Iwantoro saat menerima kunjungan Menteri Pengawasan Mutu dan Karantina Republik Rakyat China (AQSIS) di Jakarta, Kamis (15/11), mengatakan, saat ini baru tiga komoditas buah-buahan asal Indonesia yang diizinkan masuk ke negara tersebut yaitu lengkeng, pisang dan manggis.
"Kita akan memprioritaskan untuk memasukan produk buah tropis seperti mangga, salak, pepaya dan alpukat," katanya.
Menurut dia, prioritas itu didasarkan telah dipenuhinya persyaratan analisa resiko penularan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang ditetapkan karantina China yakni menyangkut informasi penanganan OPT.
Syukur menambahkan, saat ini Indonesia telah mengirim informasi teknis tentang OPT untuk komoditas mangga, salak, pepaya, alpukat dan duku kepada China, yang selanjutnya mereka akan mengirim tim ke Indonesia untuk melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan karantina.
"Untuk lebih banyak mengekspor produk buah tropis unggulan ke China, Indonesia telah menerapkan praktek budidaya pertanian yang baik (GAP) yang telah diharmoniskan dengan ASEAN_GAP," katanya.
Sementara itu mengenai kecurigaan Indonesia terhadap keaslian sertifikat karantina yang menyangkut produk pertanian dari China, menurut Syukur, kedua negara sepakat mengirim sertifikat asli serta tanda tangan pejabat yang berkompeten dalam penerbitan sertifikat, guna menghindari pemalsuan.
Kedepan, Indonesia dan China akan melakukan harmonisasi prosedur perkarantinaan yang selama ini dijalankan badan karantina kedua negara untuk memperlancar kegiatan ekspor-impor khususnya untuk produk pertanian.
Harmonisasi perkarantinaan itu diantaranya penyamaan teknik dan metode tindakan karantina, pengujian produk dalam laboratorium, serta kerjasama alih teknologi bidang perkarantinaan diantara kedua negara.
Dengan harmonisasi karantina itu, tambahnya, nantinya apapun yang sudah dinyatakan bebas penyakit oleh kartantina masing-masing negara dapat dengan mudah masuk.
"Tentunya terlebih dahulu melihat keaslian dokumen perkarantinaan," katanya. (*/lpk)