"Pantauan wilayah Tangerang hujan akan turun yang disertai angin kencang dengan kecepatan 15 hingga 30 knot per jam," kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMG Wilayah II, Ciputat, Trisula Purnama, di Tangerang, Kamis.
Purnama mengimbau kepada warga yang berada di wilayah Tangerang Barat dan Selatan termasuk yang berbatasan dengan daerah Jakarta agar waspada, pasalnya angin kencang berpotensi menerpa wilayah tersebut.
Dikatakan Purnama, secara garis besar, Pulau Jawa bagian Barat termasuk Jabodetabeka (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang) akan dilanda hujan dengan awan yang cukup tebal disertai angin kencang yang berpotensi terjadi bencana alam.
Munculnya angin kencang "puting beliung" yang berpotensi merusak rumah warga tersebut diakibatkan rendahnya titik tekanan udara di wilayah Tangerang dibanding tekanan udara di daerah lain sehingga pusat titik udara akan berhembus ke wilayah Tangerang.
"Sehingga angin kencang akan menuju ke wilayah yang memiliki tekanan paling rendah," kata Purnama.
Selain itu, masuk musim badai tropis selatan ke wilayah Jawa bagian Barat berdampak kepada tingginya kecepatan angin yang berhembus ke wilayah Jawa dan Sumatera. Saat ini badai topis selatan berada di posisi 10,08 Lintang Selatan dan 146,5 Bujur Utara dengan kecepatan angin sekitar 10-20 Km per jam dan arah angin menuju Barat.
Purnama menuturkan, hujan yang melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya berlangsung sejak sore hingga malam hari, namun bersifat hujan lokal tergantung dari letak geografisnya (tofografi).
Saat ini beberapa wilayah di Indonesia sudah mengalami musim penghujan sesungguhnya, artinya musim hujan akan turun di semua daerah, salah satu cirinya yakni ketika pagi hari hawa panas kemudian terjadi gumpalan awan dan turun hujan deras yang disertai petir. (*/boo)