Para pereli tersebut dilepas pada acara seremonial start di Balikpapan Sport & Convention Center (Dome), Jumat petang dan keesokan harinya menuju start Leg 1 untuk menyelesaikan tujuh SS (special stage) sepanjang 97, 26 km dan Minggu meneruskan persaingan pada Leg 2 sebanyak lima SS sepanjang 67, 24 km.
Pereli papan atas yang tampil dalam kejuaraan itu adalah juara nasional 2006 Ricardo Gelael, Rifat Sungkar, Akbar Hadianto, Fauzy Aljudfrie, Subhan Aksa, Rizal Sungkar, Arief Indiarto, Ijeck, Harun Nasution, Eddy WS dan yang lainnya.
"Ini untuk pertama kalinya reli diadakan di sini. Lintasannya bagus dan tikungannya tajam menantang. Kalau ditanya target saya, tentu saja saya ingin menang," kata Ricardo Gelael ketika ditemui di parc-ferme sebelum pelepasan seremonial start.
Ricardo yang menaiki Subaru Imprezza WRC dan bernaung dalam Tim Serge KFC bersama puteranya Sean Ricardo yang mendampingi Arief Indiarto di atas kendaraan sama, menyatakan harapannya agar kawasan reli itu dapat digunakan pada perlombaan berikutnya. "Saya tertarik dengan medan reli di sini dan semoga dapat menjadi tempat perlombaan pada reli berikutnya," katanya.
Sedangkan Rifat Sungkar yang didampingi M Herkusuma di atas Proton Pert dan kini sedang memimpin pengumpulan poin hingga putaran ketiga di Makassar, menyebutkan akan berusaha mempertahankan kedudukannya.
"Walau pun kendaraan saya kurang mendukung, tetapi saya tetap berusaha tampil tercepat dan berada di urutan terdepan," kata Rifat, yang minggu lalu menempati urutan kedua di atas Subaru Imprezza ketika mengikuti reli putaran Asia Pasifik (APRC) di Cina.
Akbar Hadianto yang menggenjot Mitsubushi Lancer Evoution bersama Arianto Sjarief dan juara para putaran pertama di Sumatera Utara, 22-24 Juni, menyebutkan lintasan yang digunakan di areal perkebunan di Penajam amat menantang dan akan menjadi ajang pertarungan paling menarik.
"Lintasan itu merupakan perpaduan antara lintasan di Medan dan Palembang. Tidak merusakkan kendaraan. Permukaannya berupa batu tetapi tidak tajam. Pokoknya ini medan baru yang paling menarik bagi kita. Saya ingin menang di sini agar poin saya naik ke urutan teratas," kata Akbar dari Tim Pertamina Bosowa.
Subhan Aksa yang menaiki Mitsubishi Lancer Evolution, rekan setim Akbar, juga menyebutkan lintasan itu amat bagus. "Benar kata orang seperti di Finlandia. Menantang, tikungan tajam tetapi lebar sehingga kita bias melaju dengan kecepatan penuh," katanya.
"Tetapi bila hujan, lintasan itu pasti amat licin. Mudah-mudahan malam ini tidak hujan, agar kami dapat bersaing dengan sesungguhnya besok," kata Subhan Aksa, yang didampingi hade Mboi, yang mengikuti beberapa seri kejuaraan dunia (WRC) tahun ini.
Para pereli Jumat malam beristirahat di Balikpapan dan subuh keesokan harinya harus berbenah menuju posisi start pertama di Penajam yang harus ditempuh sekitar satu jam menggunakan feri dari Balikpapan. (*/lpk)