< >

Ekskaponton Lumpur Hanyut di Kali Porong

Sabtu, 17 November 2007 06:20
Kapanlagi.com - Satu unit Ekskaponton yang biasa digunakan untuk mengatasi endapan luapan lumpur, Jumat, diketahui hilang setelah terbawa arus Kali Porong Sidoarjo.

Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, awalnya Ekskaponton tersebut ditaruh di atas Eskavator. Namun karena sedang rusak, akhirnya diturunkan dan disandarkan di pinggir Kali Porong.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain mengakui bahwa hilangnya satu unit Ekskaponton itu diduga terbawa arus deras Kali Porong. "Kami sedang mencari Ekskaponton yang hilang itu, namun hingga kini belum ditemukan," katanya.

Menurut dia, dengan hilangnya ekskaponton tersebut menunjukkan normalisasi Kali Porong telah berhasil karena bisa menghanyutkan alat dengan berat satu ton lebih itu.

"Arus di Kali Porong sudah deras, dengan demikian Kali Porong sudah kembali normal," katanya.

Uji Coba

Sementara itu Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mulai Jumat melakukan uji coba pembuangan lumpur ke Kali Porong.

Pembuangan lumpur melalui pipa yang menyambung dari pond Intake (pusat semburan) dan dialirkan ke spillway dan dibuang ke kali porong dilakukan untuk mengurangi volume lumpur yang tertampung dalam pond yang endapannya mengalami krisis.

Humas BPLS Achmad Zulkarnain menjelaskan, untuk menyedot lumpur dari pond intake, petugas BPLS menggunakan dua pompa yang ditempatkan di Pond intake.

"Lumpur dialirkan melalui pipa. Dengan dialirkan melalui outlet yang berada di sisi kanan kiri pompa di Desa Pejarakan Kecamatan Jabon sebagai persiapan secara permanen," katanya.

Selain dua outlet yang ada, BPLS juga menambah dua lagi outlet yang ditempatkan di sebelah timur Spillway, tepatnya Km 41 tol gempol Porong.

Pembuangan luapan lumpur ke Kali Porong beberapa waktu lalu sempat dihentikan, setelah adanya aksi demo besar-besaran warga sekitar Kali Porong, yang menuntut normalisasi Kali Porong.

BPLS terpaksa memutuskan kembali pembuangan lumpur ke Kali Porong lagi, karena tempat-tempat penampungan lumpur (pond-pond) dan tanggul-tanggul mulai kritis.

Sebelumnya, BPLS juga sudah melakukan upaya pengerukan dan penggelontoran air dari Mojokerto untuk mengurangi sedimentasi lumpur yang ada di Porong. (*/boo)