< >

BTN Akan Kelola Dana Bank Dunia Untuk Rusuna

Minggu, 18 November 2007 08:45
Kapanlagi.com - Pemerintah melalui Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) tengah mengkaji dengan Bappenas agar BTN dapat mengelola dana Bank Dunia untuk membiayai Rusuna.

"Kebijakan ini ditempuh untuk mengoptimalkan fungsi BTN sebagai bank yang fokus di bidang perumahan," kata Deputi bidang Pembiayaan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Iskandar Saleh, di Cimacan, Puncak, Jawa Barat, Sabtu (17/11), dalam bincang bisnis Forum Wartawan Perumahan Rakyat.

Dalam bincang-bincang bertajuk 'Pembangunan Perumahan Rakyat masih butuh Bank Fokus Perumahan', Iskandar mengatakan, program 1000 menara Rusuna membutuhkan dana Rp40 sampai Rp50 triliun.

Saat ini tengah dikaji memanfaatkan pinjaman Rp5 triliun dari dana Bank Dunia untuk nantinya dapat dikelola BTN dalam bentuk kredit (konstruksi maupun kepemilikan) Rusuna, bahkan melalui mekanisme tersebut kapasitas pembiayaan BTN di sektor Rusuna bisa meningkat, kata Iskandar.

"Rencananya akan dibentuk rekening penampungan (escrow account) untuk memanfaatkan dana tersebut sebelum disalurkan dalam bentuk kredit yang saat ini masih dikonsultasikan dengan Bappenas," ujarnya.

Keterlibatan Bappenas karena menyangkut pinjaman luar negeri sehingga sebelum dimanfaatkan terlebih dahulu harus ada kajian terhadap resiko perubahan nilai tukar mengingat pembiayaannya dalam dolar AS.

"Namun yang membuat menarik Bank Dunia menawarkan pinjaman dalam bentuk rupiah yang berarti resiko ditanggung mereka. Tetapi mekanisme pinjaman tetap harus melalui Bappenas agar dapat dimanfaatkan," ujarnya.

Menurut Iskandar, pihak BTN sendiri secara tersirat menyatakan kesiapannya untuk memanfaatkan dana tersebut. Pertimbangannya sepanjang suku bunganya kurang dari 3,5 persen masih dapat terjangkau.

Selain itu, dalam upaya mengoptimalkan BTN sebagai bank yang fokus di sektor perumahan, Iskandar mengatakan, dirinya juga telah mendesak institusi yang bergerak di sektor perumahan untuk menempatkan dananya di bank tersebut.

Sebagai contoh PTB Jamsostek agar dapat menempatkan dananya di Bank BTN untuk memudahkan program pinjaman uang muka (PUK) akan tetapi masih terkendala peraturan yang membatasi penempatan deposito dalam suatu bank.

"Berbagai langkah kita tempuh untuk memanfaatkan BTN sebagai bank di bidang perumahan rakyat. Jadi selain melalui mekanisme IPO, cara-cara yang kita tawarkan diharapkan dapat meningkatkan permodalan bank tersebut," ucapnya.

Termasuk, kata Iskandar, memanfaatkan dana-dana dari institusi keuangan lainnya yang ditujukan bagi pembangunan perumahan. Ke depan arahnya memang demikian untuk menjadikan BTN sebagai bank fokus, jelas Iskandar. (*/bun)


BERITA TERKAIT