< >

Semburan Batuan Pijar Anak Krakatau Terus Berlanjut

Minggu, 18 November 2007 18:02
Kapanlagi.com - Lontaran bebatuan pijar Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Provinsi Lampung, terus berlanjut dan terlihat jelas dengan warna kemerahan disertai asap keabu-abuan di sekitar Pulau Rakata sepanjang jumat malam.

Petugas pengamatan di Pos Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu, menyatakan, sekitar pukul 00.00 sampai 06.00 WIB telah terjadi 18 letusan, kegempaan vulkanik A (dalam) dua kali, vulkanik B (dangkal) 24 kali, tremor 10 kali, dan gempa hembusan 17 kali.

"Sampai saat ini kondisi Anak Krakatau masih dalam koridor "Siaga" level III karena terus mengeluarkan semburan bebatuan panas serta asap abu dan gas beracun," kata Kepala Pos Pemantauan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Anton Prambudi, Sabtu (17/11).

Ia mengatakan, lontaran bebatuan pijar Anak Krakatau itu sangat berbahaya karena suhunya mencapai 600 sampai 1.000 derajat celsius, sehingga pengunjung maupun nelayan dilarang mendekati kawasan gunung tersebut.

Bahkan, lontaran batuan pijar mencapai sekitar 500 meter dari titik letusan gunung. Oleh karena itu, pihaknya melarang keras bagi pengunjung yang mendekati kawasan kaki gunung tersebut.

Sebab, kata dia, kejadian serupa pernah dialami warga Perancis pada letusan Anak Krakatau Tahun 1999 lalu. Dia meninggal karena terkena lontaran batu pijar.

Jangan sampai kejadian itu terulang kembali. Pengunjung diperbolehkan melihat Anak Krakatau pada radius aman yaitu 3 km.

"Saya imbau agar wartawan elektronika yang hendak meliput, nelayan, petugas cagar alam laut (CAL), untuk tidak mendekati kawasan kaki Gunung Anak Krakatau," ujarnya.

Sejauh ini letusan dan kegempaan vulkanik dangkal dan dalam serta tremor maupun letusan Anak Krakatau masih fluktuasi dengan kemunculan interval 3-6 menit hingga 10-15 menit.

Menurut dia, saat ini letusan dan kegempaan Anak Krakatau yang sudah memasuki hari ke 25 belum menunjukkan peningkatan maupun penurunan menjadi status `Awas? atau `Waspada?, karena alat perekam di Pos Pemantau di Desa Pasauran, Anyer, belum menunjukkan adanya perubahan.

"Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan Anak Krakatau berstatus "Siaga" level III namun tidak menutup kemungkinan akan adanya kenaikan menjadi status "Awas,? katanya. (*/lpk)