< >

Juru Bicara Keamanan: Pengawal Asing Ditangkap di Irak

Selasa, 20 November 2007 13:13
Kapanlagi.com - Pasukan keamanan Irak menangkap sejumlah pengawal keamanan asing setelah aksi penembakan di Baghdad tengah, Senin, kata juru bicara keamanan di ibukota Irak tersebut.

Peran pengawal keamanan asing telah menjadi sorotan sejak penembakan September di Baghdad, yang melibatkan perusahaan keamanan AS, Blackwater. Sebanyak 17 orang Irak tewas dalam tragedi itu.

"Pasukan keamanan Irak menangkap sejumlah pengawal keamanan dari satu perusahaan keamanan yang menembak warga sipil hari ini di wilayah Karrada," kata Brigadir Jenderal Qassim Moussawi.

"Mereka masih bersama pemerintah Irak. Mereka bukan orang Irak, mereka orang asing, dan perusahaan tersebut adalah perusahaan asing," katanya.

Pengawal keamanan swasta di Irak biasanya memiliki kekebalan dari hukuman berdasarkan keputusan 2004 oleh mantan administrator AS.

Moussawi mengatakan pengawal keamanan itu berada dalam rombongan empat kendaraan yang melintasi Lapangan Al-Kharamana di ujung Karrada. Seorang perempuan yang menyeberangi jalan ditembak.

Pasukan Keamanan Irak membawa perempuan itu ke rumah sakit, tapi kondisinya tak diketahui.

Tentara Irak menahan pengawal keamanan tersebut, ketika rombongan mereka dihentikan di pos pemeriksaan Irak di dalam Karrada, kata Moussawi.

Kewarganegaraan pengawal keamanan itu belum diketahui. Moussawi mengatakan ia berencana mengadakan taklimat Selasa guna memberi keterangan lebih lanjut.

Banyak orang Irak memandang ribuan pengawal keamanan swasta yang bekerja di Irak seperti tentara swasta yang bertindak dengan kekebalan.

Penembakan oleh pengawal Blackwater membuat marah rakyat Irak, sehingga pemerintah Perdana Menteri Nuri Al-Maliki merancang dan menyetujui rancangan peraturan guna mengakhiri dekrit 2004 yang memberi kekebalan kepada pengawal asing.

Rancangan hukum itu masih harus disahkan oleh parlemen sebelum diberlakukan.

Blackwater, yang mengawal staf kedutaan besar AS di Baghdad dan utusan yang berkunjung, menyatakan pengawalnya "bertindak sesuai hukum dan menanggapi ancaman yang bermusuhan terhadap rombongan yang sedang mereka kawal".

Peristiwa tersebut menyulut serangkaian penyelidikan. Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS sejak itu telah sepakat untuk memperketat ketentuan yang mengatur kontraktor keamanan swasta.

Irak menyatakan lebih dari 180, kebanyakan perusahaan keamanan AS dan Eropa, di negeri tersebut, dengan perkiraan jumlah pengawal keamanan antara 25.000 dan 48.000 orang . (*/cax)