< >

Ribuan Ayam Mati Mendadak Bukan Karena AI

Selasa, 20 November 2007 13:56
Kapanlagi.com - Lebih dari 6.000 ayam yang mati mendadak di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal bulan ini bukan karena terserang virus Avian Influenza (AI) atau flu burung, tetapi murni terserang penyakit Tetelo (ND).

"Ini berdasarkan hasil uji laboratorium biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali yang kami terima akhir pekan lalu," kata Kepala Subdin Kesehatan Hewan Dinas Peternakan NTT, Drh Maria Geong ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa.

Ia mengatakan, hasil uji laboratoris yang dilakukan oleh Laboratorium Biomedik Universitas Udayana Bali tidak menemukan adanya indikasi AI pada ternak ayam yang mati secara mendadak di wilayah Kota Kupang pada awal bulan ini.

Kasus ayam ribuan ekor yang mati secara mendadak milik 21 peternak di ibukota Provinsi NTT itu mengakibatkan para peternak panik. Untuk mencegah meluasnya wabah tersebut ke daerah lain, Dinas Peternakan NTT mengambil tindakan dengan memusnahkan sekitar 1.500 ayam.

Geong menambahkan, pihaknya sampai sejauh ini masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Besar Veteriner Regional VI Denpasar terhadap sample yang dikirim Dinas Peternakan NTT untuk menguji kasus tersebut lebih lanjut.

"Sampai saat ini, kami belum mendapatkan hasil dari Balai Besar Veteriner Regional VI Denpasar mengenai kasus tersebut, sedang dari Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali, sudah menunjukkan hasil negatif AI," katanya menambahkan.

Geong mengakui bahwa wilayah Kota Kupang dan sekitarnya sudah positif tertular virus AI pada tahun lalu ketika ayam ribuan ekor mati secara mendadak di daerah Lasiana, sekitar 12 km timur Kupang.

"Kami sudah melakukan tindakan pencegahan dengan mengisolasi virus H5N1 (virus penyebab AI) sehingga berhasil di atasi pada saat itu, sehingga tidak ada hubungannya dengan kasus matinya ribuan ekor ayam pada saat ini. Dan hasilnya menunjukkan negatif AI," ujarnya. (*/cax)