Dituding Lakukan 'Jemput Paksa', Maia Lari ke KPAI
Kapanlagi.com - Senin (19/11) kemarin Ahmad Dhani datangi Komnas PA. Hari Selasa (20/11) giliran Maia Estianty bertandang ke KPAI, dengan tujuan untuk bertukar pikir tentang beberapa hal terutama berkaitan dengan eksploitasi anak-anak dan tuduhan ia melakukan 'penjemputan paksa' terhadap ketiga anaknya, Al, El, dan Dul saat syuting FTV.Usai bertemu dengan Giwo Rubianto – Ketua KPAI, Maia menyatakan tuduhan Dhani, bahwa dirinya telah membatasi aktivitas dan kreativitas anak dengan melakukan penjemputan secara paksa adalah tuduhan yang tak berdasar. Sebab selama ini, Maia katanya, tidak pernah membatasi ketiga anaknya mengembangkan kreativitas yang mereka miliki, ini dapat dilihat dengan adanya ketiga anaknya muncul di video klip. "Tetapi semuanya itu harus ada pada tempatnya secara benar, misalnya malam Dul sakit malah sempat masuk UGD, masak paginya syuting – itu namanya tidak pada tempatnya," ujar Maia. Pernyataan Maia ini secara eksplisit juga mendapat dukungan dari Giwo Rubianto – Ketua KPAI. "Kedatangan Maia, intinya untuk menyampaikan rasa kekhawatiran dan perlindungan terhadap anak-anaknya. Secara pribadi, sebagai ibu rumah tangga bukan sebagai ketua KPAI, kalau anak saya sakit pada malam hari, paginya mesti saya harus kontrol. Dan ini wajar," ungkap Giwo. Jadi sangatlah wajar Maia sebagai ibu yang mengandung dan melahirkan ketiga anaknya, punya kepatutan untuk menegur, menasehati, dan melarang mereka. "Jadi saya berharap semua pihak yang berurusan dengan anak-anak, bisa berkomunikasi dengan saya sebagai ibunya, karena sampai saat ini mereka masih punya dua orang tua," tandas Maia. Lebih lanjut Maia juga menegaskan kalau tidak ada yang namanya jemput secara paksa. Malahan ia sempat ditahan di gerbang masuk lokasi syuting selama 15 yang katanya atas perintah manajer. Bahkan ia sempat dibohongi dengan mengatakan anak-anak dibawa Dhani ke Surabaya. "Saya merasa dilecehkan. Apa hak manajer melarang saya jemput anak saya karena alasan yang tepat. Di samping itu tidak ada paksaan terhadap ketiga anak saya. Mereka tetap santai dan tidak tegang, mengerti saat dikasih tahu. Jadi tidak ada pemaksaan," urai perempuan asal Surabaya ini. (kpl/wwn) |