"Penggalian dana dari pihak ketiga (sponsor) mutlak dilakukan oleh manajemen Persema agar ketergantungan terhadap APBD bisa dikurangi apalagi kebutuhan Persema selama mengikuti Liga Indonesia cukup besar antara Rp15 miliar hingga Rp17 miliar," katanya saat ditanya soal anggaran Persema tahun 2008 terkait masih belum jelasnya aturan penggunaan APBD di Malang, Selasa (20/11).
Ia mengakui, dirinya masih tetap optimis dana dari APBD masih bisa digunakan untuk membiayai tim-tim peserta Liga Indonesia 2008, namun bukan berarti manajemen "diam" dan tidak berupaya menggali dana dari pihak ketiga dan penggunaan dana APBD-pun tentu ada batasan maksimal dan harus ekstra hemat.
Menurut Peni yang juga Walikota Malang itu, selama ini dana untuk tim peserta liga khususnya yang menggunakan dana APBD, masih banyak tersedot untuk biaya kontrak dan gaji pemain asing yang cukup tinggi, padahal kalau mau jujur banyak pemain asing yang kualitasnya dibawah pemain lokal.
Ia menyarankan, dalam Liga 2008 mendatang, klub-klub yang mengikuti kompetisi termasuk Persema harus melakukan efesiensi serta harus ekstra hemat dalam penggunaan dananya terutama anggaran untuk "belanja" pemain asing sehingga pembinaan terhadap pemain lokal tetap berkembang bahkan lebih maju.
"Selama ini kita kan dimanja dengan belanja pemain asing untuk memenuhi kuota pemain asing dalam tim meski, 'harganya' selangit padahal kita tahu, tidak sedikit kualitas pemain asing ini sama bahkan lebih buruk dari pemain lokal," katanya menegaskan. (*/lpk)