Advertisement
 
Rabu, 21 November 2007 06:12
Puteri Lingkungan Hidup 2003 Marakkan 'Hari Pohon' di UKP Surabaya
Kapanlagi.com - Puteri Lingkungan Hidup (LH) 2003, Gracia Paramitha, tampil menyemarakkan 'Hari Pohon' di Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, Selasa (20/11).

"Kami memperingati Hari Pohon dengan mengadakan serangkaian kegiatan mulai 20 November hingga 1 Desember," kata Kepala Perpustakaan UKP Surabaya, Aditya Nugraha.

Menurut dia, Puteri Lingkungan Hidup 2003 tampil dalam refleksi LH 2007 yang dimeriahkan dengan pemutaran film AN INCONVENIENT TRUTH dan lomba pidato LH antar SMU se-Surabaya pada 20 November.

"Biaya keikutsertaan lomba pada kegiatan pertama (20/11) itu akan digunakan membeli pohon yang akan ditanam di wilayah Surabaya Selatan pada 28 November yang bertepatan dengan pencanangan Hari Pohon Nasional," katanya.

Selain itu, katanya, Puteri LH 2003 juga akan tampil pada talk show yang akan dihadiri Wakil Walikota Surabaya H Arif Affandy dan dosen UKP Surabaya, DR Ronny H Mustamu, pada 1 Desember.

"Tapi, menjelang penanaman pohon, kami akan mengadakan Kampanye Lingkungan Hidup dengan pembagian stiker di beberapa jalan protokol pada 23 November," katanya.

Setelah itu, katanya, penanaman pohon akan dilakukan di sekitar Siwalankerto bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Kota Surabaya pada 28 November bersamaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Hari Pohon di Jakarta.

"Hari terakhir (1/12) akan dimarakkan dengan Talk Show and Song For Global Warming Awareness yang menampilkan Arif Affandy (Wawali Surabaya), Ronny H Mustamu (sosen UKP), dan Gracia Paramitha (Puteri Lingkungan Hidup 2003)," katanya.

Tentang film THE INCONVENTIONAL TRUTH yang diputar, ia mengatakan film itu menceritakan upaya Al Gore (mantan calon presiden Amerika Serikat) yang berkeliling dunia mengkampanyekan tentang bahaya perubahan iklim akibat aktivitas manusia yang meningkatkan kadar karbondioksida di atmosfir.

"Al Gore membeberkan berbagai hasil penelitian yang membuktikan dan meramalkan akan adanya berbagai gejala alam yang tidak normal, seperti panas yang makin tinggi, banjir dan kekeringan yang berdekatan lokasinya," katanya. (*/kpl)




 

©2003-2007 KapanLagi.com