"Warga mendatangi manajemen pertokoan tersebut untuk meminta kejelasan alasan memecat 20 Satpam warga setempat," kata koordinator unjuk rasa, Widayat (26) saat ditemui di sela-sela unjuk rasa di depan pertokoan Hero, Bekasi, Kamis.
Di halaman pertokoan itu, ratusan warga berorasi memasang poster terbuat dari karton bertuliskan "Jika Manajemen Pertokoan Tidak Mengaktifkan Kembali 20 Satpam yang Dipecat, Warga Mengancam Akan Memblokir Pintu Pertokoan".
Saat berorasi, mereka juga mengecam manajemen pertokoan itu yang dinilai berbuat sewenang-wenang karena memecat para Satpam yang sudah bekerja sekitar lima tahun tanpa uang pesangon.
Menurut Widayat --yang sebelumnya bekerja menjadi Satpam di pertokoan itu--pemecatan terhadap 20 Satpam karena manajemen pertokoan Hero beralih ke manajemen perusahaan Bekasi Cyper Park (BCP).
Akibat peralihan manajemen perusahaan itu, sehingga terjadi pemecatan terhadap 20 Satpam dan menimbulkan kemarahan warga setempat yang bersimpati karena teman mereka dipecat sebagai Satpam.
"Saya akan terus berupaya agar para satpam diperkerjakan kembali meski terjadi peralihan kepemilikan perusahaan," kata Widayat.
Para Satpam korban pemecatan itu juga mengaku kecewa, karena untuk bekerja kembali harus melalui sebuah Yayasan Gagak Elang dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp1,5 juta per orang.
Satpam korban pemecatan itu merasa keberatan karena tidak mampu membayar uang pendaftaran melamar kerja dalam jumlah itu, apalagi saat diberhentikan juga tanpa uang pesangon dari manajemen pertokoan Hero.
"Bagaimana saya mampu membayar uang pendaftaran sebesar itu, untuk makan saja susah. Kalau manajemen pengelola pertokoan yang baru tetap bersikeras tidak mau memperkerjakan kembali para Satpam, maka ratusan warga setempat akan melakukan aksi demo besar-besaran hingga tuntutan dipenuhi manajemen perusahaan yang baru," kata Junaedi, salah satu Satpam yang korban pemecatan.
Meski aksi unjuk rasa itu telah berlangsung sekitar satu jam, tetapi tidak satupun manajemen perusahaan BCP yang mau menemui pengunjuk rasa bahkan pintu gerbang juga ditutup.
Hingga pukul 12.00 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung dan mereka tidak akan meninggalkan lokasi sebelum manajemen pengelola BCP yang baru menemui mereka. (*/cax)