Penolakan itu disampaikan warga kepada DPRD dan Pemerintah Kota Depok, dengan menggelar unjuk rasa di Depok, Kamis siang.
"Kami kecewa dengan pernyataan anggota DPRD dan Pemkot yang hanya bisa menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi," kata salah seorang warga RW 20, Dino, di sela-sela aksi unjuk rasa tersebut.
Ia mengatakan warga yang menolak pembangunan PT Holcim Indonesia Tbk, tersebut berjumlah sekitar 400-500 kepala keluarga.
Sebelumnya penolakan warga juga telah disampaikan pada saat pertemuan yang dilaksanakan pada Minggu (23/9), di wilayah RW 20.
Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Sukmajaya Muksit Hakim, Lurah Sukamaju Dodi Rustadi, perwakilan PT. Holcim Donny Subiakto, anggota DPRD Kota Depok Qurtifa Wijaya dan ratusan warga.
Tiga orang perwakilan warga yang menyampaikan pandangannya, Supiati, Sugeng Riyadi dan Eko menolak rencana pembangunan pabrik beton Holcim karena lokasinya sangat dekat dengan lingkungan perumahan penduduk.
Warga khawatir terkena dampak polusi debu dan kebisingan yang ditimbulkan dari pabrik tersebut.
Menjawab kekhawatiran warga, Donny Subiakto menjelaskan bahwa PT Holcim adalah perusahaan besar yang telah beroperasi di banyak negara di dunia, dan memiliki prosedur standar pengelolaan dampak lingkungan yang baik sehingga tidak perlu dikhawatirkan oleh warga.
Donny menjelaskan, awalnya PT Holcim akan membangun pabrik beton di wilayah Jalan Juanda, namun tidak jadi dilaksanakan karena wilayah tersebut tidak diperuntukkan bagi industri.
Kemudian PT. Holcim memilih lokasi di wilayah RW 20 dengan mengontrak tanah seluas 7000 meter selama lima tahun. Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik seluas 4000 meter.
Penjelasan dan jaminan dari PT. Holcim tetap tidak memuaskan warga dan warga bersikeras agar PT. Holcim mengalihkan pembangunan pabriknya ke tempat lain yang jauh dari pemukiman penduduk.
Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi PKS, Qurtifa Wijaya mengatakan hendaknya dicari jalan keluar yang menguntungkan semua pihak.
Menurut dia, Pemkot perlu mendengar dan memperhatikan aspirasi warga dan mencari jalan keluar yang terbaik. Dewan sangat mendukung adanya investasi dan pembangunan yang dilakukan di wilayah Depok guna meningkatkan pendapatan daerah dan perekonomian masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh PT. Holcim.
Namun, kata dia, Dewan berharap pembangunan yang dilakukan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan warga dan tidak menimbulkan gangguan serta suasana yang tidak kondusif di tengah masyarakat. (*/cax)