< >

Indonesia Desak CCSBT Cabut Embargo Tuna Indonesia

Kamis, 22 November 2007 23:32
Kapanlagi.com - Pemerintah mendesak negara-negara yang tergabung dalam Komisi untuk Konservasi Tuna Sirip Biru atau Commision for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) mencabut embargo ekspor tuna Indonesia ke negara-negara tersebut.

Desakan RI tersebut disampaikan dalam pertemuan Extended Commission of the Fourteenth Annual Meeting for the Commission for the Conservation Southern Bluefin Tuna di Canberra, Austalia beberapa waktu lalu.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Departemen Kelautan dan Perikanan, Saut Hutagalung di Jakarta, Kamis mengatakan, CCSBT sejak 2006 menerapkan trade restrictive measures terhadap Indonesia atau pembatasan perdagangan tuna dengan negara anggota CCSBT (Australia, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan) dan Amerika Serikat.

"Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia menyampaikan pandangan bahwa trade restrictive measure sudah harus dicabut," katanya.

Selain itu juga menyampaikan perkembangan terakhir hasil koordinasi dan kosultasi internal yang dilakukan pemerintah termasuk pertemuan dengan stakeholder bulan Oktober 2007.

Pada 2007 Indonesia mendapatkan kuota perdagangan tuna sebanyak 750 ton yang harus dibagikan kepada perusahaan dan distribusinya diberitahukan ke CCSBT untuk memudahkan kontrol.

Berkaitan dengan pemantauan hasil penangkapan ikan yang menjadi isu sensitif dalam pertemuan itu, menurut dia, Indonesia terbuka untuk bekerjasama dengan negara anggota CCSBT.

Sebagai contoh, dalam kegiatan Indonesian Catch Monitoring, Indonesia bekerjasama dengan Australia, selain itu data hasil tangkapan juga tersedia sejak 2002 sampai sekarang, termasuk joint program Indonesia, Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) dan OFCF Jepang.

Bahkan sejak April 2007 Jepang mendukung kegiatan Catch Monitoring selama tiga tahun senilai lebih dari US$330.000 termasuk untuk Indonesia.

Begitu juga Australia juga mendukung Indonesian Catch Monitoring Programme selama 15 tahun serta kegiatan Otolith Analysis dan Indonesian Catch Per Unit Effort (CPUE).

Saut mengatakan, tuna merupakan salah satu komoditas revitalisasi perikanan sehingga pemerintah berupaya mengoptimalkan pengelolaan tuna di Indonesia, salah satunya jenis tuna sirip biru yang bernilai jual tinggi.

Untuk mendukung hal itu, Indonesia mengupayakan peningkatan status dari peninjau menjadi anggota CCSBT. (*/lpk)