Semen Langka Tak Ganggu Pekerjaan di Departemen PU
Kapanlagi.com - Kelangkaan semen yang terjadi akhir-akhir ini tidak akan mengganggu proyek-proyek APBN di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum."Pasalnya kelangkaan itu sifatnya sementara karena masalah transportasi," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, Kamis, menanggapi kelangkaan semen yang terjadi akhir-akhir ini. Dia mengatakan, Indonesia tidak akan kekurangan suplai semen dan kebutuhan akan semen sudah tercukupi. Apalagi saat ini Indonesia masih ekspor semen. "Semen kita itu jauh diatas kebutuhan, malah ekspor dan kalau ada daerah Indonesia yang kurang semen itu masalah transportasi," jelasnya. Soal lonjakan harga semen yang mencapai Rp70 ribu, kata Djoko pihaknya akan menjadikan perhatian pemerintah pusat secepatnya. Di tempat yang sama, ketua umum Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Nasional (LPJKN) Malkan Amin menilai, hasil pantauannya bahwa kenaikan itu hanya bersifat sporadis/sesaat saja dan tidak terlalu mengganggu pekerjaan kontruksi. "Itu hanya sporadis saja, nanti bisa normal," jelasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Malkan Amin mengatakan, bila kelangkaan semen di sejumlah wilayah ini lama tentu akan mengganggu jasa kontruksi. Namun demikian, pihaknya akan memantau penyebaran semen di setiap daerah. Terkait dengan langkanya semen di sejumlah daerah yang berdampak buruk bagi para kontraktor. "Besok saya akan cek ke setiap daerah, harga semen melonjaknya sampai berapa persen, karena kenaikan ini berpengaruh besar kepada jasa kontruksi," kata Malkan Amin. Menurut Malkan, setiap kenaikan harga per sak semen tentu akan berakibat buruk bagi harga kontruksi. Apalagi bila kontrak masih berjalan dan itu multiyear. "Jelas ini dampaknya sangat besar bagi kontraktor," katanya. Karena itu, kata dia, para kontraktor harus mampu memprediksi dugaan dugaan seperti hal tersebut. Kecuali, kata Malkan, ada kebijakan pemerintah yang menaikkan harga minyak yang mempengaruhi kebutuhan pokok bangunan lainnya, tentu yang bertanggungjawab adalah pemerintah. "Tapi kalau kelangkaan semen, tentu tanggungjawab para kontraktor," ujarnya. Ia juga berharap kontrak baru maupun penutupan kontrak yang sedang berlangsung pada bulan November dan Desemeber ini, tak begitu besar mempengaruhi para kontraktor atas kelangkaan dan kenaikan harga semen. Pada kesempatan itu, anggota komisi V DPR ini meminta para produsen semen untuk segera mengirimkan semen di daerah-daerah yang langka dan kekurangan semen. Sehingga kenaikan harga semen yang mencapai Rp50-Rp70 per sak semen bisa dikendalikan kembali. (kpl/rit) |