Kecelakaan Transportasi Masalah Serius di Indonesia
Kapanlagi.com - Kecelakaan transportasi di Indonesia dinilai menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini akibat kombinasi buruknya sarana dan prasarana, rendahnya kualitas SDM dan kelemahan penegakan hukum.Demikian benang merah yang disampaikan pakar transportasi dari ITB Bandung, Mahardi Sadono pada seminar "Grand Skenario Penanggulangan Kecelakaan Transportasi" yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Dephub di Jakarta, Kamis. Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Litbang Dephub Denny Siahaan bahwa penyebab kecelakaan karena rendahnya kesadaran dan komitmen pengelola atau operator akan keselamatan transportasi, penegakan aturan yang masih lemah dan kurangnya andalnya armada transportasi akibat sistem dan manajemen perawatan yang kurang profesional. Selain itu, lanjut Denny, masih ada pengemudi, pilot, masinis, nakhoda yang kualifikasinya belum memenuhi syarat, masih rendahnya kehandalan fasilitas pelabuhan/bandara, keandalan dan akurasi informasi cuaca masih rendah dan kemampuan SAR (search and rescue) yang masih kurang baik. "Budaya bangsa yang menggangap kecelakaan sebagai nasib dan cenderung kurang memberikan `hukuman` kepada operator dengan catatan keselamatan yang buruk, juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan transportasi di Indonesia," katanya. Oleh karena itu, Denny mengajak seluruh pihak untuk menuju "zero accident" (kecelakaan nol). Mahardi Sadono menambahkan, kecelakaan transportasi juga dipicu oleh umur kendaraan/armada yang rata-rata sudah tua dan minimnya pemeliharaan. Sehingga beberapa sarana dan prasarana yang berusia tua itu tidak memenuhi standard internasional. Pembicara lain, Eka Sukmawati dari Ditjen Perhubungan Laut mengatakan, untuk menekan terjadinya kecelakaan kapal, Ditjen Hubla meningkatkan pengecekan daya muat kapal sesuai aturan, peningkatan pelaksanaan uji petik, terhadap kapal, peningkatan patroli laut di wilayah rawan kecelakaan, peningkatan kampanye keselamatan pelayaran dan lainnya. Seminar juga menyimpulkan, strategi yang diambil untuk menjaga dan meningkatkan keselamatan melalui antara lain pengaktifan proses assesment (evaluasi dan penilaian) dan peta resiko keselamatan, meningkatkan keandalan armada, meningkatkan kesadaran semua pihak/operator pentingnya keselamatan. Selain itu memberikan sanksi berat bagi perusahaan yang melanggar peraturan keselamatan. (kpl/rit) |