Pengusaha Makanan Indonesia Cari Peluang di Inggris
Kapanlagi.com - Pengusaha makanan dan minuman Indonesia berupaya mencari peluang di pasar Inggris, dengan ikutnya 10 pengusaha dalam pameran "World Food Market" yang berlangsung di Gedung Pameran Excel, London, pada 21 hingga 22 November.Keikutsertaan pengusaha Indonesia yang pertama kalinya dalam pameran bertema "Ethnic Food Trends" itu, mendapat dukungan Atase Perdagangan KBRI London serta DPR RI Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). "Kami sangat mendukung keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam pameran makanan ini," ujar Ketua Delegasi Anggota DPR RI dari Komisi VI, Agus Hermanto, didampingi Atte Sugandi (Fraksi Partai Demokrat) kepada ANTARA, Kamis. Agus Hermanto menilai pameran "World Food Market" memiliki arti khusus bagi pengusaha makanan dan minuman Indonesia yang tengah mencari peluang pasar di negeri Kerajaan Ratu Elizabeth ini. Diakuinya memang tidak mudah, karena peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris sangat ketat, namun dengan keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam pameran ini akan dapat memberikan gambaran dalam mengembangkan usaha di Inggris. Menurut Agus Hermanto, makanan dan minuman dari Indonesia kurang begitu dikenal oleh masyarakat Inggris, ketimbang makanan dari negara Asia lainnya seperti dari Thailand, India, China serta Malaysia. Sementara itu Atte Sugandi melihat makanan asal Indonesia justru diperkenalkan oleh negara lain seperti sate ayam, rendang dan nasi goreng yang diakui sebagai makanan yang berasal dari Malaysia. Moenardji Soedaergo dari PT Aneka Coffe Industry mengakui bahwa pasar kopi di Inggris cukup besar, karena adanya kebiasaan masyarakat Inggris yang suka minum kopi dan juga banyaknya cafe yang khusus menyajikan minuman kopi. Menurutnya, kopi Indonesia pernah mendapat tempat di Inggris setelah kopi dari Brasil, namun dengan terjadinya krisis dan juga munculnya pemain baru seperti Vietnam, yang produksinya lebih besar maka kopi Indonesia mengalami penurunan. Dengan keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam pameran ini diharapkan kopi Indonesia kembali mendapat tempat di masyarakat Inggris. Hal yang sama juga diakui Vincent Ong dari PT Sinar Sosro, minuman teh Indonesia, dengan kegemaran orang Inggris minum teh, ada peluang bagi teh Indonesia yang memiliki cita rasa dan kesegaran tersendiri. Sementara itu Rasjid Arifin Jatmatama dari Mariza Foods, mengatakan bahwa makanan kue lapis Indonesia sudah sejak lama masuk pasar Belanda dan diharapkan kue dengan rasa khas kayu manis ini bisa juga dikenal di Inggris. Peluang Pasar Atase Perdagangan KBRI London, Husniaty mengatakan ia berusaha memfasilitasi para pengusaha Indonesia yang akan mencari peluang pasar di Inggris, meskipun beberapa di antaranya sudah masuk pasar Eropa seperti Belanda. Menurut Husniaty, ke sepuluh pengusaha makanan dan minuman Indonesia itu sebelum mengikuti pameran juga diberikan keterangan dan informasi mengenai standar makanan dan mekanisme dalam mengimpor makanan ke Inggris. Diakuinya standar yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris dalam hal import makanan dan minuman memang cukup rumit, selain adanya Food Standar Agency juga ketentuan dari Brithis Retail Consortium (BRC) yang memberikan sertifikat kepada produk makanan yang masuk pasar Inggris. "Setiap makanan dan minuman yang masuk pasar Inggris harus memiliki sertifikat BRC ini," ujarnya menambahkan, bahwa bila satu produk sudah memiliki sertifikat BRC dengan mudah masuk pasar Inggris. Ia mengatakan, produk makanan dan minuman Indonesia sebenarnya tidak kalah dari produk dari negara lainnya, hanya saja belum ada keberanian dari pengusaha untuk masuk pasar Inggris. Untuk itu dengan keikutsertaan pengusaha Indonesia dalam pameran yang berjudul "Taste of Indonesia", diharapkan makanan dan minuman Indonesia seperti kopi, teh, kerupuk, manisan, kue lapis yang khas itu akan dapat dikenal di Inggris. (kpl/rit) |